Wisata Taman Putroe Phang: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot

Wisata Taman Putroe Phang: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot – Pernahkah kamu membayangkan sebuah taman yang menyimpan kisah cinta abadi seorang raja dan permaisurinya? Hai, para petualang jiwa! Kali ini, kita akan menyelami keindahan dan romansa yang terukir di setiap sudut Taman Putroe Phang, sebuah permata tersembunyi di bumi Aceh yang siap memikat hatimu. Bukan sekadar taman biasa, Putroe Phang adalah saksi bisu cinta mendalam, sebuah oase kedamaian yang menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana.

Taman Putroe Phang, atau yang secara harfiah berarti “Taman Putri Phang,” adalah bagian tak terpisahkan dari komplek Gunongan, sebuah struktur unik yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya yang berasal dari Pahang, Malaysia. Kisah di balik pembangunan taman ini begitu menyentuh hati. Sang permaisuri, yang merasa rindu kampung halaman dan menderita kesepian di negeri asing, membuat Sultan Iskandar Muda berinisiatif membangun sebuah taman yang menyerupai bukit-bukit di Pahang. Gunongan, dengan arsitektur yang memadukan unsur Aceh, Melayu, dan bahkan sedikit sentuhan Eropa, menjadi simbol cinta abadi sang raja kepada permaisurinya. Lebih dari sekadar bangunan fisik, Gunongan dan Taman Putroe Phang adalah manifestasi dari kasih sayang yang melampaui batas wilayah dan budaya.

Wisata Taman Putroe Phang yang indah
Wisata Taman Putroe Phang yang indah – Sumber: joglowisata.com

Seiring berjalannya waktu, Taman Putroe Phang terus berbenah dan mempercantik diri. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, jumlah pengunjung ke taman ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun , tercatat lebih dari 200.000 wisatawan domestik dan mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan dan sejarah yang ditawarkan oleh taman ini. Angka ini menunjukkan betapa Taman Putroe Phang telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh, bersaing dengan tempat-tempat ikonik lainnya seperti Masjid Raya Baiturrahman dan Pantai Lhoknga. Bukan hanya sekadar berfoto dan menikmati pemandangan, para pengunjung juga datang untuk merasakan atmosfer romantis dan mendalam yang melekat pada setiap sudut taman.

Namun, daya tarik Taman Putroe Phang tidak hanya terletak pada sejarah dan keindahan fisiknya. Lebih dari itu, taman ini menawarkan pengalaman yang menyentuh hati dan membangkitkan emosi. Bayangkan dirimu berjalan di antara pepohonan rindang, merasakan semilir angin sepoi-sepoi, dan membayangkan kisah cinta Sultan Iskandar Muda dan permaisurinya. Kamu bisa duduk di tepi kolam yang tenang, merenungkan makna cinta sejati, atau sekadar menikmati keindahan arsitektur Gunongan yang megah. Taman Putroe Phang bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga tempat untuk merenung, berinspirasi, dan merasakan kedamaian. Ada sesuatu yang magis di udara, sebuah energi positif yang membuatmu merasa lebih dekat dengan sejarah, budaya, dan cinta itu sendiri.

Setelah kita menyelami sekilas pesona dan sejarahnya, mungkin kamu bertanya-tanya, apa saja yang bisa kita temukan dan lakukan di Taman Putroe Phang saat ini? Bagaimana taman ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata modern tanpa kehilangan sentuhan sejarahnya? Dan bagaimana kita bisa memaksimalkan pengalaman kita saat berkunjung ke sana? Mari kita lanjutkan perjalanan kita untuk mengungkap lebih dalam lagi tentang keajaiban yang tersembunyi di balik gerbang Taman Putroe Phang.

Oke siap! Mari kita buat konten wisata ULTRA LENGKAP untuk Taman Putroe Phang. Anggap aja kita lagi ngobrol santai sambil ngeteh, ya!

Sejarah dan Latar Belakang wisata Taman Putroe Phang

Bayangin deh, di tengah hiruk pikuk Banda Aceh, ada sebuah taman yang menyimpan kisah cinta abadi. Taman Putroe Phang, atau yang sering disebut juga Taman Ghairah, ini bukan sekadar taman biasa lho! Taman ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, sekitar tahun 1607-1636. Sultan yang gagah berani itu, membangun taman ini khusus untuk permaisurinya, Putroe Phang, seorang putri cantik dari Kerajaan Pahang (Malaysia). Konon katanya, sang putri sering merasa rindu kampung halaman. Nah, Sultan Iskandar Muda yang bucin abis, langsung mewujudkan replika suasana Pahang di Aceh. So sweet, kan?

Seiring berjalannya waktu, Taman Putroe Phang mengalami beberapa kali renovasi dan penambahan fasilitas. Di masa penjajahan Belanda, taman ini sempat terbengkalai. Tapi, setelah kemerdekaan, pemerintah daerah mulai membenahi dan menjadikannya sebagai salah satu ikon wisata Banda Aceh. Tahun-tahun kunci yang perlu kamu tahu: Awal abad ke-17 (pendirian), pasca kemerdekaan (pemugaran), dan era modern (pengembangan fasilitas).

Nilai historis dan budaya Taman Putroe Phang ini bukan main-main, guys. Taman ini jadi simbol cinta abadi, persahabatan antara Aceh dan Pahang, serta bukti kejayaan Kerajaan Aceh di masa lalu. Buat masyarakat lokal, taman ini jadi tempat ngumpul, bersantai, dan mengenang sejarah. Bahkan, banyak pasangan yang menjadikan taman ini sebagai tempat pre-wedding, biar cinta mereka langgeng kayak Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang. Aamiin!

Kabar baiknya, Taman Putroe Phang terus dilestarikan oleh pemerintah daerah dan pengelola. Mereka rutin melakukan perawatan, pembersihan, dan penambahan fasilitas. Tujuannya jelas, biar taman ini tetap indah dan nyaman dikunjungi oleh semua orang. Selain itu, ada juga upaya edukasi sejarah, biar pengunjung makin paham tentang nilai penting taman ini.

Fakta menarik yang mungkin belum banyak kamu tahu: di tengah taman, ada sebuah gunongan (bukit buatan) yang bentuknya mirip stupa. Konon, gunongan ini dibangun agar Putroe Phang bisa naik ke atas dan menikmati pemandangan Banda Aceh dari ketinggian. Selain itu, ada juga cerita kalau air di kolam taman ini punya khasiat bikin awet muda. Percaya nggak percaya, sih, tapi nggak ada salahnya nyoba, kan? Hehehe…

Lokasi dan Geografis

Taman Putroe Phang ini lokasinya strategis banget, guys. Tepatnya berada di jantung kota Banda Aceh, di Jalan Teuku Umar, Sukaramai, Baiturrahman. Koordinatnya sekitar 5°33’43.4″N 95°19’59.4″E. Taman ini nggak terlalu luas, tapi cukup untuk memberikan suasana yang asri dan nyaman. Ketinggiannya nggak signifikan, karena Banda Aceh sendiri berada di dataran rendah.

Lingkungan sekitar taman ini juga menarik. Taman ini bersebelahan langsung dengan Museum Aceh dan Pendopo Gubernur Aceh. Jadi, setelah puas menikmati keindahan taman, kamu bisa langsung lanjut wisata sejarah dan budaya. Di sekitar taman juga banyak pepohonan rindang, yang bikin suasana makin sejuk dan teduh.

Soal iklim dan cuaca, Banda Aceh punya iklim tropis dengan suhu rata-rata sekitar 27-30°C sepanjang tahun. Musim terbaik untuk berkunjung ke Taman Putroe Phang adalah saat musim kemarau, sekitar bulan Maret hingga September. Soalnya, di musim hujan, kadang-kadang ada genangan air di beberapa area taman. Menjelajahi keindahan alam Yogyakarta tidak lengkap tanpa mengunjungi Pantai Bugel, Yogyakarta yang memukau

Meskipun nggak ada flora dan fauna yang terlalu unik di Taman Putroe Phang, tapi kamu bisa menemukan berbagai jenis tanaman hias dan pepohonan rindang. Beberapa jenis burung juga sering terlihat beterbangan di sekitar taman, menambah suasana alami.

Taman Putroe Phang nggak termasuk zona konservasi atau pelestarian alam yang ketat. Tapi, pemerintah daerah tetap menjaga kebersihan dan keasrian taman ini, biar tetap nyaman dikunjungi oleh semua orang.

Cara Mencapai wisata Taman Putroe Phang

Buat kamu yang datang dari luar kota, cara paling gampang untuk mencapai Taman Putroe Phang adalah dengan naik pesawat ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ). Dari bandara, jarak ke taman sekitar 15 km dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Kamu bisa naik taksi online, rental mobil, atau Damri.

Kalau kamu lebih suka naik transportasi umum, dari bandara kamu bisa naik Damri ke Terminal Batoh. Dari terminal, kamu bisa lanjut naik angkot (labi-labi) warna kuning jurusan Pasar Aceh. Bilang aja ke abang supir mau turun di Taman Putroe Phang. Tarif angkotnya sekitar Rp 5.000 – Rp 10.000.

Buat yang bawa kendaraan pribadi, rutenya juga gampang banget. Dari arah bandara, tinggal ikutin jalan utama aja sampai masuk kota Banda Aceh. Setelah itu, cari Jalan Teuku Umar. Kondisi jalannya bagus dan mulus kok, jadi nggak perlu khawatir.

Nggak mau ribet? Tenang aja, taksi online (Gojek dan Grab) juga banyak beroperasi di Banda Aceh. Kamu juga bisa rental mobil atau motor dari penyedia jasa rental lokal. Harganya bervariasi, tergantung jenis kendaraan dan lama penyewaan.

Soal parkir, di sekitar Taman Putroe Phang ada area parkir yang cukup luas. Biayanya juga standar, sekitar Rp 2.000 – Rp 5.000 untuk motor dan Rp 5.000 – Rp 10.000 untuk mobil. Kalau bawa bus pariwisata, sebaiknya parkir di area yang lebih luas, seperti di dekat Museum Aceh.

Daya Tarik Utama di wisata Taman Putroe Phang

Daya tarik utama Taman Putroe Phang tentu saja sejarahnya yang romantis dan arsitekturnya yang unik. Bangunan-bangunan di taman ini punya sentuhan Melayu dan Aceh yang khas. Kamu bisa melihat gunongan (bukit buatan), kolam pemandian, dan berbagai ornamen yang indah. Selain itu, taman ini juga cocok banget buat bersantai dan menikmati suasana yang asri.

Spot foto terbaik di Taman Putroe Phang ada banyak banget! Salah satunya adalah di depan gunongan. Kamu bisa berpose dengan latar belakang gunongan yang megah dan kolam yang jernih. Waktu terbaik untuk foto adalah saat pagi atau sore hari, saat cahaya matahari nggak terlalu terik. Selain itu, kamu juga bisa foto-foto di sekitar kolam pemandian atau di bawah pepohonan rindang.

Meskipun nggak ada atraksi alam yang terlalu spektakuler di Taman Putroe Phang, tapi kamu tetap bisa menikmati keindahan taman yang asri. Pepohonan rindang, tanaman hias, dan kolam yang jernih, semuanya menciptakan suasana yang menenangkan.

Atraksi buatan yang paling menarik di Taman Putroe Phang adalah gunongan. Bukit buatan ini bukan cuma sekadar hiasan, tapi juga punya nilai sejarah yang tinggi. Kamu bisa naik ke atas gunongan dan menikmati pemandangan Banda Aceh dari ketinggian. Selain itu, ada juga kolam pemandian yang dulunya digunakan oleh Putroe Phang dan para dayangnya.

Sayangnya, nggak ada atraksi budaya atau ritual khusus yang rutin diadakan di Taman Putroe Phang. Tapi, kadang-kadang ada acara-acara tertentu, seperti pertunjukan seni atau festival budaya, yang diadakan di taman ini. Jadi, sebelum berkunjung, sebaiknya cek dulu jadwal acaranya, ya!

Objek Wisata Unggulan

  • Gunongan: Bukit buatan yang jadi ikon Taman Putroe Phang. Naik ke atas dan nikmati pemandangan kota! Waktu terbaik: pagi atau sore hari.
  • Kolam Pemandian: Kolam yang dulunya digunakan oleh Putroe Phang. Sekarang jadi spot foto favorit. Waktu terbaik: kapan saja.
  • Museum Aceh: Bersebelahan dengan taman, museum ini menyimpan koleksi sejarah dan budaya Aceh yang kaya. Waktu terbaik: pagi atau siang hari.
  • Pendopo Gubernur Aceh: Bangunan megah yang jadi pusat pemerintahan Aceh. Hanya bisa dilihat dari luar, tapi tetap menarik. Waktu terbaik: kapan saja.
  • Pepohonan Rindang: Suasana asri dan teduh di bawah pepohonan. Cocok buat bersantai dan ngobrol. Waktu terbaik: siang hari.

Kegiatan dan Aktivitas Menarik

  • Foto-foto: Abadikan momen indah di berbagai spot menarik di taman. Durasi: fleksibel. Tingkat kesulitan: mudah. Peralatan: kamera/ponsel. Harga: gratis (kecuali sewa fotografer).
  • Bersantai: Nikmati suasana asri dan teduh di bawah pepohonan. Durasi: fleksibel. Tingkat kesulitan: mudah. Peralatan: tikar (jika perlu). Harga: gratis.
  • Piknik: Bawa bekal makanan dan minuman, lalu piknik di taman. Durasi: fleksibel. Tingkat kesulitan: mudah. Peralatan: bekal makanan, tikar. Harga: sesuai bekal.
  • Belajar Sejarah: Baca informasi tentang sejarah Taman Putroe Phang dan Kerajaan Aceh. Durasi: 1-2 jam. Tingkat kesulitan: mudah. Peralatan: buku/ponsel. Harga: gratis.
  • Mengunjungi Museum Aceh: Setelah puas di taman, lanjut wisata sejarah di museum. Durasi: 2-3 jam. Tingkat kesulitan: mudah. Peralatan: tiket masuk museum. Harga: sekitar Rp 5.000.

Fasilitas Lengkap

Taman Putroe Phang dilengkapi dengan fasilitas umum yang cukup memadai. Ada toilet yang bersih dan terawat, mushola untuk beribadah, dan area parkir yang luas. Sayangnya, belum ada ruang menyusui atau P3K di dalam taman. Tapi, kamu bisa mencari fasilitas tersebut di sekitar taman, seperti di Museum Aceh atau Pendopo Gubernur Aceh.

Untuk fasilitas khusus, Taman Putroe Phang belum sepenuhnya ramah difabel. Belum ada layanan khusus untuk penyandang disabilitas, seperti kursi roda atau guide. Tapi, pengelola taman terus berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas bagi semua pengunjung.

Layanan tambahan yang tersedia di Taman Putroe Phang antara lain loker (dengan biaya sewa), charging station (dengan biaya), dan wifi gratis di beberapa area. Kamu juga bisa menemukan penjual makanan dan minuman di sekitar taman.

Kalau kamu butuh fasilitas kesehatan, klinik atau apotek terdekat bisa kamu temukan di sekitar Jalan Teuku Umar. Rumah sakit terdekat adalah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, yang berjarak sekitar 2 km dari taman.

Area istirahat di Taman Putroe Phang cukup banyak. Ada gazebo, bangku taman, dan taman-taman kecil yang bisa kamu gunakan untuk bersantai dan menikmati suasana. Informasi lebih lanjut tersedia di Daftar Gaji Seluruh Indonesia untuk referensi tambahan.

Fasilitas & Layanan Tersedia

  • Toilet: Tersedia, beberapa lokasi, kondisi bersih, gratis.
  • Tempat Ibadah: Mushola, dekat pintu masuk, kapasitas cukup, fasilitas wudhu.
  • Area Parkir: Luas, motor & mobil, biaya terjangkau, keamanan standar.
  • Pusat Informasi: Belum ada di dalam taman, bisa bertanya ke petugas.
  • ATM & Money Changer: Tidak ada di dalam taman, ada di sekitar Jalan Teuku Umar.
  • Wifi & Telekomunikasi: Tersedia wifi gratis di beberapa area, sinyal provider bagus.
  • Spot Foto: Gunongan, kolam pemandian, pepohonan rindang.
  • Akses Difabel: Belum sepenuhnya tersedia, perlu ditingkatkan.
  • Layanan Medis: P3K belum tersedia, klinik/rumah sakit terdekat ada.
  • Area Bermain Anak: Belum tersedia.

Aktivitas dan Atraksi di wisata Taman Putroe Phang

Atraksi utama di Taman Putroe Phang adalah keindahan taman itu sendiri. Kamu bisa menikmati suasana asri, berfoto-foto, dan bersantai. Nggak ada jadwal atraksi khusus, tapi kamu bisa menikmati keindahan taman kapan saja.

Nggak ada kegiatan budaya atau keagamaan yang rutin diadakan di Taman Putroe Phang. Tapi, kadang-kadang ada acara-acara tertentu, seperti pertunjukan seni atau festival budaya, yang diadakan di taman ini. Mari kita telusuri lebih dalam karena Keunikan Wisata Air menawarkan pengalaman yang tak terlupakan

Sayangnya, nggak ada aktivitas edukasi khusus yang ditawarkan di Taman Putroe Phang. Tapi, kamu bisa belajar sejarah tentang taman ini dengan membaca informasi yang tersedia atau bertanya ke petugas.

Nggak ada hiburan khusus untuk anak-anak di Taman Putroe Phang. Tapi, anak-anak tetap bisa menikmati keindahan taman dan bermain di area terbuka.

Nggak ada program khusus seperti sunset tour atau night safari di Taman Putroe Phang. Tapi, kamu bisa menikmati keindahan taman saat sore hari atau malam hari.

Jadwal Atraksi & Pertunjukan

Nama Atraksi Jadwal Durasi Lokasi Harga (Rp)
Menikmati Keindahan Taman Setiap hari Fleksibel Seluruh area taman Gratis
Foto-foto Setiap hari Fleksibel Spot-spot menarik Gratis (kecuali sewa fotografer)
Bersantai Setiap hari Fleksibel Gazebo, bangku taman Gratis
Mengunjungi Museum Aceh Sesuai jam buka museum 2-3 jam Museum Aceh 5.000
Menikmati Kuliner di Sekitar Taman Sesuai jam buka warung/restoran Fleksibel Warung/restoran sekitar Sesuai menu

Informasi Tiket & Reservasi

Kabar baiknya, masuk ke Taman Putroe Phang itu gratis! Kamu nggak perlu beli tiket atau reservasi. Tinggal datang aja dan nikmati keindahan taman sepuasnya.

Karena gratis, nggak ada promo atau diskon khusus yang ditawarkan. Tapi, kamu tetap bisa menikmati semua fasilitas dan atraksi yang tersedia di taman. Untuk membantu pencari kerja, kami rangkum Daftar Lowongan Kerja Indonesia berdasarkan berbagai sumber terpercaya
.

Nggak ada paket wisata khusus yang ditawarkan di Taman Putroe Phang. Tapi, kamu bisa menggabungkan kunjungan ke taman ini dengan wisata ke tempat lain di Banda Aceh, seperti Museum Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, atau Pantai Lhoknga.

Daftar Harga Tiket Terbaru

Jenis Tiket Harga Weekday Harga Weekend Harga Libur Nasional Fasilitas
Tiket Dewasa Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman
Tiket Anak-anak Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman
Tiket Lansia Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman
Tiket Rombongan Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman
Tiket VIP/Special Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman

Paket Wisata Tersedia

  • Tidak tersedia paket wisata khusus. Kamu bisa membuat itinerary sendiri atau menggunakan jasa tour guide lokal.

Jadwal Operasional

Taman Putroe Phang buka setiap hari, dari pagi sampai sore. Jam operasionalnya sekitar pukul 08.00 – 18.00 WIB. Tapi, kadang-kadang jam buka dan tutup bisa berubah, tergantung kondisi dan kebijakan pengelola.

Peak season di Taman Putroe Phang biasanya terjadi saat libur sekolah, libur Lebaran, atau libur Natal dan Tahun Baru. Saat peak season, taman ini bisa ramai banget dikunjungi wisatawan. Jadi, kalau kamu nggak suka keramaian, sebaiknya hindari berkunjung saat peak season. Untuk pengalaman liburan tak terlupakan, Anda bisa menjelajahi Lengkap Wisata Pantai yang mempesona

Low season di Taman Putroe Phang biasanya terjadi saat hari-hari biasa di luar musim liburan. Saat low season, taman ini lebih sepi dan tenang. Cocok buat kamu yang ingin bersantai dan menikmati suasana yang lebih intim.

Taman Putroe Phang jarang tutup, kecuali ada acara khusus atau perbaikan fasilitas. Sebaiknya cek dulu informasi terbaru sebelum berkunjung.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Taman Putroe Phang adalah saat pagi atau sore hari. Soalnya, saat itu cuacanya nggak terlalu panas dan cahaya mataharinya bagus buat foto-foto.

Jam Operasional Terbaru

Hari Jam Buka Jam Tutup Catatan Khusus
Senin 08:00 18:00
Selasa 08:00 18:00
Rabu 08:00 18:00
Kamis 08:00 18:00
Jumat 08:00 18:00
Sabtu 08:00 18:00
Minggu 08:00 18:00
Libur Nasional 08:00 18:00 Mungkin ada perubahan, cek informasi terbaru.

Musim dan Periode Terbaik

  • Musim Ramai: Libur sekolah, libur Lebaran, libur Natal & Tahun Baru. Siap-siap ramai!
  • Musim Sepi: Hari-hari biasa di luar musim liburan. Lebih tenang dan intim.
  • Periode Tutup/Maintenance: Jarang terjadi, cek informasi terbaru.
  • Jam Favorit: Pagi atau sore hari. Cuaca nggak terlalu panas, cahaya bagus.
  • Hari Terbaik: Hari biasa (Senin-Jumat). Lebih sepi daripada weekend.

Kuliner di Sekitar wisata Taman Putroe Phang

Di sekitar Taman Putroe Phang, kamu bisa menemukan berbagai macam tempat makan, mulai dari restoran mewah hingga warung kaki lima. Ada banyak pilihan kuliner yang bisa kamu coba, mulai dari masakan Aceh yang khas hingga masakan Indonesia yang umum.

Beberapa restoran terkenal di sekitar Taman Putroe Phang antara lain: Mie Razali (mie aceh), Hasan Kupi (kopi aceh), dan Rumah Makan Aceh Rayeuk (masakan aceh). Range harganya bervariasi, tergantung jenis makanan dan tempatnya.

Buat kamu yang suka nongkrong, ada beberapa cafe yang asyik di sekitar Taman Putroe Phang, seperti Solong Premium Coffee dan Ulee Kareng Coffee. Konsepnya modern dan cozy, cocok buat ngobrol santai sambil menikmati kopi.

Makanan khas daerah yang wajib kamu coba di sekitar Taman Putroe Phang antara lain: mie aceh, sate matang, kari kambing, dan ayam tangkap. Tempat legendaris yang menjual makanan-makanan ini bisa kamu temukan di sekitar Pasar Aceh atau di Jalan Teuku Umar.

Rekomendasi kuliner untuk berbagai budget: Murah: warung nasi, sate, mie aceh kaki lima. Sedang: rumah makan aceh, cafe. Mewah: restoran di hotel, restoran fine dining.

Rekomendasi Tempat Makan

Nama Tempat Jenis Kuliner Menu Andalan Range Harga Jam Buka Lokasi
Mie Razali Mie Aceh Mie Aceh Kepiting Rp 20.000 – Rp 50.000 10:00 – 22:00 Jalan T. Hasan Dek, Beurawe
Hasan Kupi Kopi Aceh Kopi Sanger Rp 10.000 – Rp 30.000 08:00 – 24:00 Jalan Mr. Muhammad Hasan, Batoh
Rumah Makan Aceh Rayeuk Masakan Aceh Ayam Tangkap Rp 30.000 – Rp 75.000 10:00 – 22:00 Jalan Teuku Umar, Setui
Solong Premium Coffee Kopi & Cafe Espresso, Cappuccino Rp 25.000 – Rp 50.000 08:00 – 23:00 Jalan Nyak Adam Kamil III, Lamteh
Warung Nasi Ampera Masakan Padang Rendang, Ayam Bakar Rp 15.000 – Rp 35.000 09:00 – 21:00 Jalan Diponegoro, Peunayong

Makanan Khas Wajib Coba

  • Mie Aceh: Mie kuning tebal dengan bumbu rempah yang kaya. Tempat terbaik: Mie Razali. Harga: Rp 20.000 – Rp 50.000.
  • Sate Matang: Sate daging sapi yang dibakar dengan bumbu khas. Tempat terbaik: Sate Matang D’Wan. Harga: Rp 30.000 – Rp 60.000.
  • Ayam Tangkap: Ayam goreng yang digoreng kering dengan daun kari dan cabai hijau. Tempat terbaik: Rumah Makan Aceh Rayeuk. Harga: Rp 30.000 – Rp 75.000.
  • Kopi Sanger: Kopi hitam yang dicampur dengan susu dan gula. Tempat terbaik: Hasan Kupi. Harga: Rp 10.000 – Rp 30.000.
  • Timphan: Kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dan santan, diisi srikaya. Tempat terbaik: Toko Kue Tradisional di Pasar Aceh. Harga: Rp 5.000 – Rp 10.000.

Akomodasi di Sekitar wisata Taman Putroe Phang

Di sekitar Taman Putroe Phang, kamu bisa menemukan berbagai macam akomodasi, mulai dari hotel berbintang hingga guest house yang ramah di kantong. Pilihan akomodasi ini cocok untuk berbagai jenis wisatawan, mulai dari backpacker hingga keluarga.

Beberapa hotel berbintang di sekitar Taman Putroe Phang antara lain: Hermes Palace Hotel, Oasis Atjeh Hotel, dan Grand Permata Hati Hotel. Hotel-hotel ini menawarkan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, restoran, dan spa. Range harganya bervariasi, tergantung kelas hotel dan jenis kamar.

Buat kamu yang mencari akomodasi yang lebih terjangkau, ada beberapa guest house dan homestay yang bisa kamu pilih, seperti Pocut Meurah Guest House dan Rumoh PMI. Guest house ini menawarkan fasilitas yang sederhana namun nyaman, dengan harga yang lebih murah.

Kalau kamu datang bersama keluarga atau rombongan, kamu bisa menyewa villa atau penginapan keluarga. Villa ini biasanya menawarkan fasilitas yang lebih lengkap, seperti dapur, ruang tamu, dan beberapa kamar tidur. Harganya juga bervariasi, tergantung kapasitas dan fasilitas villa.

Sayangnya, nggak ada area camping atau glamping di sekitar Taman Putroe Phang. Tapi, kamu bisa mencari area camping di tempat lain di Aceh, seperti di Sabang atau di Takengon.

Rekomendasi Akomodasi

  • Hermes Palace Hotel Banda Aceh
    • Tipe: Hotel Bintang 4
    • Range Harga: Rp 500.000 – Rp 1.500.000 per malam
    • Jarak ke Objek Wisata: 1 km (5 menit berkendara)
    • Fasilitas Utama: Kolam renang, restoran, spa, wifi gratis
    • Kontak/Reservasi: Website: [URL yang tidak valid dihapus]
  • Oasis Atjeh Hotel
    • Tipe: Hotel Bintang 3
    • Range Harga: Rp 300.000 – Rp 800.000 per malam
    • Jarak ke Objek Wisata: 500 m (3 menit berkendara)
    • Fasilitas Utama: Restoran, wifi gratis, kamar ber-AC
    • Kontak/Reservasi: Website: [URL yang tidak valid dihapus]
  • Pocut Meurah Guest House
    • Tipe: Guest House
    • Range Harga: Rp 150.000 – Rp 300.000 per malam
    • Jarak ke Objek Wisata: 800 m (4 menit berkendara)
    • Fasilitas Utama: Wifi gratis, kamar ber-AC, kamar mandi dalam
    • Kontak/Reservasi: Telepon: +62 8XXXXXXXXX
  • Rumoh PMI
    • Tipe: Homestay
    • Range Harga: Rp 100.000 – Rp 250.000 per malam
    • Jarak ke Objek Wisata: 1 km (5 menit berkendara)
    • Fasilitas Utama: Kamar sederhana, wifi gratis, suasana rumahan
    • Kontak/Reservasi: Telepon: +62 8XXXXXXXXX
  • Grand Permata Hati Hotel
    • Tipe: Hotel Bintang 3
    • Range Harga: Rp 400.000 – Rp 900.000 per malam
    • Jarak ke Objek Wisata: 1.5 km (7 menit berkendara)
    • Fasilitas Utama: Restoran, meeting room, wifi gratis
    • Kontak/Reservasi: Website: [URL yang tidak valid dihapus]

Oleh-oleh dan Pusat Belanja

Nggak lengkap rasanya kalau liburan tanpa beli oleh-oleh. Di sekitar Taman Putroe Phang, kamu bisa menemukan berbagai macam oleh-oleh khas Aceh, mulai dari makanan, kerajinan tangan, hingga pakaian.

Oleh-oleh khas Aceh yang wajib kamu beli antara lain: kopi aceh, kue timphan, kain songket, dan rencong. Kamu bisa membeli oleh-oleh ini di sekitar Pasar Aceh atau di toko-toko oleh-oleh di Jalan Teuku Umar.

Kerajinan lokal yang bisa kamu temukan di sekitar Taman Putroe Phang antara lain: ukiran kayu, anyaman rotan, dan perhiasan perak. Kamu bisa membeli kerajinan ini di toko-toko kerajinan di sekitar Pasar Aceh atau di pusat-pusat kerajinan di Aceh.

Pusat perbelanjaan terdekat dari Taman Putroe Phang adalah Suzuya Mall dan Pasar Aceh. Di Suzuya Mall, kamu bisa menemukan berbagai macam produk fashion, elektronik, dan kebutuhan sehari-hari. Di Pasar Aceh, kamu bisa menemukan berbagai macam makanan, pakaian, dan kerajinan tangan.

Tips belanja: Tawar-menawar harga di pasar tradisional. Perhatikan kualitas barang sebelum membeli. Minta penjual untuk mengemas barang dengan aman agar tidak rusak saat dibawa pulang. Pilih suvenir yang tahan lama, seperti kerajinan tangan atau kain songket.

Oleh-oleh Khas Wajib Beli

  • Kopi Aceh: Kopi dengan aroma dan rasa yang khas. Lokasi pembelian terbaik: Hasan Kupi, toko oleh-oleh. Range harga: Rp 50.000 – Rp 200.000 per kg. Tips memilih: pilih kopi yang masih segar dan aroma kuat.
  • Kue Timphan: Kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dan santan, diisi srikaya. Lokasi pembelian terbaik: Toko Kue Tradisional di Pasar Aceh. Range harga: Rp 5.000 – Rp 10.000 per buah. Tips memilih: pilih yang masih baru dan lembut.
  • Kain Songket: Kain tenun tradisional dengan motif yang indah. Lokasi pembelian terbaik: Toko Kain Songket di Pasar Aceh. Range harga: Rp 200.000 – Rp 1.000.000 per lembar. Tips memilih: pilih motif yang kamu suka dan kualitas tenunan yang bagus.
  • Rencong: Senjata tradisional Aceh yang berbentuk seperti keris. Lokasi pembelian terbaik: Toko Kerajinan di Pasar Aceh. Range harga: Rp 100.000 – Rp 500.000 per buah. Tips memilih: pilih yang terbuat dari bahan berkualitas dan ukiran yang rapi.
  • Batik Aceh: Kain batik dengan motif khas Aceh. Lokasi pembelian terbaik: Toko Batik di Jalan Teuku Umar. Range harga: Rp 100.000 – Rp 500.000 per lembar. Tips memilih: pilih motif yang kamu suka dan warna yang cerah.

Pusat Belanja Rekomendasi

  • Pasar Aceh: Pasar tradisional yang menjual berbagai macam makanan, pakaian, dan kerajinan tangan. Lokasi: Pusat Kota Banda Aceh. Jam buka: Setiap hari.
  • Suzuya Mall: Mall modern yang menjual berbagai macam produk fashion, elektronik, dan kebutuhan sehari-hari. Lokasi: Jalan Teuku Umar. Jam buka: Setiap hari.
  • Toko Oleh-oleh Aceh: Toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Aceh. Lokasi: Jalan Teuku Umar. Jam buka: Setiap hari.
  • Toko Kain Songket: Toko yang menjual berbagai macam kain songket dengan motif yang indah. Lokasi: Pasar Aceh. Jam buka: Setiap hari.
  • Toko Kerajinan Aceh: Toko yang menjual berbagai macam kerajinan tangan khas Aceh. Lokasi: Pasar Aceh. Jam buka: Setiap hari.

Budaya dan Tradisi Lokal

Aceh memiliki budaya yang kaya dan unik, yang dipengaruhi oleh agama Islam, adat istiadat Melayu, dan pengaruh dari berbagai bangsa lain. Budaya Aceh tercermin dalam seni, musik, tari, pakaian, dan kuliner.

Beberapa tradisi unik di Aceh antara lain: Peusijuek: Upacara adat untuk memberikan doa dan restu. Kenduri: Acara makan bersama untuk merayakan suatu peristiwa. Samadiah: Acara zikir dan doa bersama untuk mengenang orang yang meninggal.

Seni pertunjukan di Aceh antara lain: Tari Saman: Tari tradisional yang dilakukan oleh sekelompok pria dengan gerakan yang sinkron dan dinamis. Musik Didong: Musik tradisional yang dimainkan dengan alat musik rebab dan vokal yang khas. Seudati: Tari tradisional yang dilakukan oleh sekelompok pria dengan gerakan yang energik dan semangat.

Kerajinan tradisional di Aceh antara lain: Ukiran Kayu: Ukiran dengan motif yang indah dan detail. Anyaman Rotan: Anyaman yang terbuat dari rotan dengan berbagai bentuk dan fungsi. Perhiasan Perak: Perhiasan yang terbuat dari perak dengan motif yang khas.

Galeri Foto wisata Taman Putroe Phang

Etika dan sopan santun lokal yang perlu diperhatikan oleh pengunjung: Berpakaian sopan dan tertutup, terutama saat mengunjungi tempat ibadah. Menghormati adat istiadat dan tradisi lokal. Berbicara dengan sopan dan ramah kepada masyarakat setempat. Menjaga ke

Video wisata Taman Putroe Phang

Kesimpulan

Jadi, gimana? Udah kebayang kan gimana asyiknya nyantai di Taman Putroe Phang? Lebih dari sekadar taman biasa, tempat ini tuh kayak kapsul waktu yang bisa membawa kita merasakan romantisme dan sejarah Aceh di masa lalu. Bayangin aja, duduk di pinggir kolam, ngeliatin arsitektur yang megah, sambil ngebayangin cerita cinta Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang. Duh, bikin hati meleleh! Belum lagi udara sejuk dan pemandangan hijaunya, bener-bener bikin lupa sama penatnya kerjaan sehari-hari. Intinya sih, Taman Putroe Phang ini bukan cuma sekadar tempat wisata, tapi juga pengalaman yang bakal nempel terus di ingatan.

Nah, buat kamu yang lagi nyari tempat liburan yang beda dari yang lain, yang pengen merasakan sentuhan sejarah dan budaya, atau sekadar pengen kabur dari rutinitas, Taman Putroe Phang ini wajib banget masuk bucket list kamu. Jangan lupa ajak orang tersayang, biar momennya makin berkesan. Siapa tahu, kamu juga bisa nemuin kisah cinta sendiri di sana, kan? Hehehe. Jadi, tunggu apa lagi? Buruan rencanain perjalananmu ke Aceh dan rasakan sendiri keajaiban Taman Putroe Phang! Jangan lupa juga buat foto-foto yang banyak dan tag aku ya di @contoh_akun, biar aku bisa ikut ngerasain keseruannya!

Oke, siap! Mari kita buat FAQ tentang Taman Putroe Phang yang asyik dan informatif, dengan gaya storytelling yang bikin pembaca betah:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang wisata Taman Putroe Phang

Eh, beneran deh, Taman Putroe Phang di Aceh itu sejarahnya gimana sih? Penasaran banget!

Wih, pertanyaan bagus! Jadi gini, Taman Putroe Phang itu bukan taman biasa lho. Ini adalah bagian dari komplek Gunongan, yang dulunya dibangun khusus oleh Sultan Iskandar Muda buat permaisurinya, Putroe Phang. Ceritanya, sang permaisuri kangen banget sama kampung halamannya di Pahang, Malaysia. Nah, Sultan yang super romantis ini langsung mewujudkan kerinduan itu dengan membangun taman yang indah dan asri. Gunongan sendiri itu simbol gunung tempat sang permaisuri biasa bermain waktu kecil. Keren kan? Jadi, selain menikmati keindahan tamannya, kita juga bisa merasakan sentuhan sejarah dan cinta yang mendalam di sini. Ini bukan sekadar taman, tapi bukti cinta seorang raja!

Kalau mau ke Taman Putroe Phang, lokasi tepatnya di mana ya? Biar nggak nyasar nih!

Santai, nggak bakal nyasar kok! Lokasi Taman Putroe Phang itu strategis banget, ada di jantung Kota Banda Aceh. Tepatnya, di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Baiturrahman. Gampang banget diakses dari mana aja. Dari Masjid Raya Baiturrahman, tinggal jalan kaki sebentar juga sampai. Kalau dari Bandara Sultan Iskandar Muda, sekitar 20-30 menit naik kendaraan. Pokoknya, cari aja Gunongan di Google Maps, pasti langsung ketemu. Dijamin deh, begitu sampai, langsung terpesona sama keindahan tamannya. Jangan lupa bawa kamera, ya! Banyak spot foto instagramable yang sayang banget kalau dilewatkan.

Terus, kalau mau masuk ke Taman Putroe Phang, ada tiket masuk atau biaya retribusi lainnya nggak ya?

Nah, ini yang paling asyik! Untuk saat ini, masuk ke Taman Putroe Phang itu gratis alias nggak dipungut biaya tiket masuk. Jadi, kamu bisa puas menikmati keindahan taman sepuasnya tanpa mikirin dompet. Tapi, sebagai bentuk apresiasi, jangan lupa jaga kebersihan dan kelestarian taman ya. Bawa pulang sampahmu, jangan merusak tanaman, dan hormati pengunjung lain. Dengan begitu, kita semua bisa terus menikmati keindahan Taman Putroe Phang ini. Siapa tahu, suatu saat nanti ada kotak donasi sukarela untuk perawatan taman, jadi kita bisa ikut berkontribusi.

Ada aktivitas seru apa aja sih yang bisa dilakuin di Taman Putroe Phang? Biar nggak cuma foto-foto doang!

Wah, banyak banget! Selain foto-foto yang udah pasti wajib, kamu bisa menikmati suasana taman yang tenang dan asri. Cocok banget buat healing dari hiruk pikuk kota. Kamu bisa duduk-duduk santai di bawah pohon rindang, sambil baca buku atau ngobrol sama teman. Terus, jangan lupa eksplorasi Gunongan-nya! Naik ke atas, dan nikmati pemandangan kota Banda Aceh dari ketinggian. Kalau lagi beruntung, kamu bisa lihat pertunjukan seni atau budaya yang sering diadakan di area taman. Atau, sekadar jalan-jalan menikmati arsitektur taman yang unik juga udah bikin hati senang. Intinya, Taman Putroe Phang itu tempat yang pas buat relaksasi dan menikmati waktu berkualitas.

Kira-kira, jam buka Taman Putroe Phang itu dari jam berapa sampai jam berapa ya? Biar nggak datang kepagian atau kemalaman!

Oke, catat baik-baik ya! Jam buka Taman Putroe Phang itu biasanya dari pagi sampai sore hari. Umumnya, taman ini buka mulai pukul 08.00 pagi dan tutup sekitar pukul 18.00 sore. Tapi, ada baiknya kamu cek lagi informasi terbarunya sebelum berangkat, karena bisa aja ada perubahan jam buka tergantung kondisi atau acara tertentu. Kamu bisa cek di website resmi Pemerintah Kota Banda Aceh atau di media sosial Dinas Pariwisata setempat. Atau, tanya langsung ke warga sekitar juga bisa. Yang penting, jangan sampai datang kepagian atau kemalaman, biar bisa menikmati keindahan taman dengan maksimal.