Taman Putroe Phang: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot

  • Risma Kurniah
  • Aug 04, 2025

Taman Putroe Phang: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot – Pernahkah kamu membayangkan sebuah taman yang dibangun atas dasar cinta, bukan sekadar ruang hijau biasa? Hai, para pencinta kisah dan keindahan! Kali ini, kita akan menyelami sebuah permata tersembunyi di Aceh, sebuah taman yang bukan hanya memanjakan mata, tapi juga menyimpan cerita cinta abadi: Taman Putroe Phang. Lebih dari sekadar destinasi wisata, tempat ini adalah saksi bisu romansa seorang sultan dan permaisurinya. Bersiaplah, karena kita akan menjelajahi setiap sudutnya, merasakan sentuhan sejarah, dan mengagumi keindahan yang tak lekang oleh waktu.

Aceh, tanah rencong yang kaya akan sejarah dan budaya, menyimpan segudang cerita menarik di setiap sudutnya. Bukan hanya tentang perjuangan dan ketangguhan, tetapi juga tentang cinta dan kasih sayang. Taman Putroe Phang, yang terletak di jantung Kota Banda Aceh, adalah salah satu bukti nyata dari cinta seorang raja kepada permaisurinya. Dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda memerintah , taman ini dipersembahkan khusus untuk permaisurinya, Putroe Phang, yang berasal dari Kerajaan Pahang, Malaysia. Bayangkan, seorang raja besar membangun istana air dan taman yang indah hanya untuk menghibur hati sang kekasih yang merindukan kampung halamannya. Sungguh romantis, bukan? Kompleks Gunongan, yang menjadi bagian integral dari taman ini, bahkan dirancang menyerupai bukit-bukit di Pahang, agar sang permaisuri merasa seperti berada di rumah sendiri. Ini bukan sekadar taman, ini adalah wujud cinta sejati yang diabadikan dalam arsitektur dan lanskap.

Taman Putroe Phang: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot
Taman Putroe Phang, istana indah Aceh – Sumber: img.okezone.com

Taman Putroe Phang bukan hanya sekadar taman biasa. Ia adalah sebuah kompleks yang terdiri dari beberapa bangunan dan area menarik. Gunongan, yang merupakan bangunan utama, adalah sebuah struktur bertingkat yang menyerupai gunung kecil. Konon, sang permaisuri sering memanjat Gunongan untuk menikmati pemandangan sekitar dan mengobati kerinduannya pada kampung halaman. Selain Gunongan, terdapat juga Kandhang, yaitu kolam pemandian yang dulunya digunakan oleh para putri kerajaan. Airnya yang jernih dan segarnya pepohonan di sekitarnya menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan. Bisa dibayangkan betapa nyamannya para putri kerajaan menghabiskan waktu di sana, bercengkerama dan menikmati keindahan alam. Sekarang, kolam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin merasakan sentuhan sejarah dan keanggunan masa lalu. Lebih dari itu, taman ini juga menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Aceh, menjadikannya sebuah tempat yang penuh makna dan nilai sejarah yang tak ternilai harganya.

Namun, Taman Putroe Phang bukan hanya tentang sejarah dan romantisme masa lalu. Taman ini juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Aceh saat ini. Setelah mengalami kerusakan akibat tsunami dahsyat pada tahun , taman ini direnovasi dan dipugar kembali, mengembalikan keindahannya seperti sedia kala. Sekarang, Taman Putroe Phang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Banda Aceh, menarik wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Selain itu, taman ini juga sering digunakan sebagai tempat untuk berbagai acara budaya dan kegiatan komunitas, menjadikannya ruang publik yang hidup dan dinamis. Keberadaan Taman Putroe Phang tidak hanya memperkaya khazanah budaya Aceh, tetapi juga memberikan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Para pedagang kecil dan pengusaha lokal dapat menjajakan dagangan mereka di sekitar taman, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Jadi, Taman Putroe Phang bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal dan simbol kebanggaan masyarakat Aceh.

Kisah cinta Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang memang begitu melegenda dan terus diceritakan dari generasi ke generasi. Namun, Taman Putroe Phang lebih dari sekadar simbol cinta abadi. Ia adalah cermin sejarah, budaya, dan ketahanan masyarakat Aceh. Setiap sudut taman ini menyimpan cerita, setiap bangunan memiliki makna, dan setiap pohon menjadi saksi bisu perjalanan panjang Aceh. Dari kisah romantis masa lalu hingga peran pentingnya dalam kehidupan masa kini, Taman Putroe Phang menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Nah, setelah sedikit gambaran ini, mari kita selami lebih dalam lagi setiap detail dan keunikan yang ada di Taman Putroe Phang. Kita akan mengupas tuntas arsitektur Gunongan yang unik, merasakan kesegaran air di Kandhang, dan mendengarkan kisah-kisah menarik yang tersembunyi di balik setiap sudut taman ini. Siap untuk memulai petualangan kita?

Oke, siap! Mari kita buat konten wisata ULTRA LENGKAP tentang Taman Putroe Phang. Bayangkan kita lagi ngobrol santai sambil ngeteh, dan aku ceritain semua yang perlu kamu tahu sebelum kesana. Dijamin, setelah baca ini, kamu langsung pengen packing dan berangkat!

Sejarah dan Latar Belakang Taman Putroe Phang

Jadi gini, Taman Putroe Phang ini bukan taman biasa, lho! Ini adalah saksi bisu cinta seorang sultan dan permaisurinya. Dibangun sekitar abad ke-19, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), taman ini awalnya bernama “Gunongan”. Konon, taman ini dibangun sebagai wujud cinta Sultan kepada permaisurinya, Putroe Phang, seorang putri dari Kerajaan Pahang (Malaysia) yang merasa rindu kampung halaman dan butuh tempat untuk bersantai.

Nah, seiring berjalannya waktu, Gunongan ini berkembang menjadi kompleks taman yang lebih luas. Di masa penjajahan Belanda, taman ini sempat terbengkalai. Tapi, untungnya, setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah Aceh mulai melakukan pemugaran dan revitalisasi. Tahun-tahun 1970-an menjadi tonggak penting, di mana taman ini mulai dipugar secara serius dan dibuka untuk umum. Tahun 2000-an, dilakukan lagi renovasi besar-besaran untuk mempercantik taman dan menambah fasilitas.

Nilai historis dan budaya Taman Putroe Phang ini gede banget! Selain jadi simbol cinta abadi, taman ini juga merepresentasikan akulturasi budaya Aceh dan Melayu. Arsitekturnya yang unik, dengan Gunongan sebagai ikonnya, mencerminkan perpaduan gaya arsitektur dari berbagai daerah. Taman ini juga jadi tempat penting bagi masyarakat lokal untuk bersantai, berkumpul, dan merayakan berbagai acara budaya.

Soal pelestarian, pemerintah Aceh serius banget! Mereka terus melakukan perawatan rutin, pemugaran berkala, dan promosi wisata untuk menjaga kelestarian taman ini. Selain itu, ada juga upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Bahkan, ada rencana untuk mendaftarkan Taman Putroe Phang sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, lho! Mari kita gali lebih dalam, Keindahan Alam Sekitar yang mempesona

Fakta unik yang jarang diketahui? Konon, di bawah Gunongan itu ada terowongan rahasia yang menghubungkan taman ini dengan Istana Sultan! Tapi, terowongan itu sekarang sudah ditutup untuk umum karena alasan keamanan. Seru kan? Jadi berasa kayak lagi di film petualangan! Untuk mempermudah pencarian, kami menyajikan Daftar Lowongan Kerja Indonesia yang diperbarui secara berkala
.

Lokasi dan Geografis

Taman Putroe Phang ini lokasinya strategis banget, ada di jantung kota Banda Aceh. Tepatnya di Jalan Teuku Umar, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Koordinatnya sekitar 5.5522° LU, 95.3224° BT. Luasnya memang nggak terlalu besar, sekitar 2 hektar, tapi cukup untuk memberikan ruang hijau yang asri di tengah kota yang sibuk.

Lingkungan sekitarnya juga menarik. Taman ini berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman yang megah, Pendopo Gubernur Aceh, dan Museum Aceh. Jadi, kamu bisa sekalian jalan-jalan ke tempat-tempat bersejarah lainnya. Dulu, taman ini juga dikelilingi oleh sungai, tapi sekarang sebagian sudah ditutup dan dijadikan jalan.

Soal iklim, Banda Aceh itu tropis lembab. Suhu rata-rata sepanjang tahun sekitar 27-30°C. Musim terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, sekitar bulan Maret sampai September. Soalnya, curah hujan lebih rendah dan cuacanya lebih cerah. Tapi, tetap siap sedia payung atau jas hujan ya, karena cuaca bisa berubah sewaktu-waktu.

Sayangnya, di taman ini nggak ada flora atau fauna yang terlalu unik atau endemik. Tapi, kamu bisa menemukan berbagai jenis tanaman hias, pohon pelindung, dan bunga-bunga cantik yang bikin taman ini makin indah. Kadang-kadang, ada juga burung-burung kecil yang hinggap di pepohonan.

Meskipun bukan zona konservasi, Taman Putroe Phang ini tetap dilindungi oleh pemerintah daerah sebagai cagar budaya. Jadi, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaganya ya!

Cara Mencapai Taman Putroe Phang

Akses ke Taman Putroe Phang ini gampang banget! Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), jaraknya sekitar 15 kilometer. Waktu tempuhnya sekitar 30-45 menit tergantung kondisi lalu lintas. Kamu bisa naik taksi, rental mobil, atau transportasi online.

Untuk transportasi umum, sayangnya nggak ada bus atau kereta yang langsung menuju ke taman ini. Tapi, kamu bisa naik angkot (labi-labi) dari terminal terdekat, terus turun di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Dari situ, tinggal jalan kaki sekitar 5-10 menit ke Taman Putroe Phang. Tarif angkotnya sekitar Rp 5.000 – Rp 10.000.

Kalau bawa kendaraan pribadi, baik mobil atau motor, rutenya juga mudah. Dari bandara, ikuti jalan utama menuju pusat kota. Setelah melewati Masjid Raya Baiturrahman, cari Jalan Teuku Umar. Taman Putroe Phang ada di sebelah kiri jalan. Kondisi jalannya juga bagus dan mulus.

Layanan taksi online seperti Gojek dan Grab juga tersedia di Banda Aceh. Kamu bisa pesan dari aplikasi dan diantar langsung ke depan taman. Selain itu, banyak juga rental mobil dan motor lokal yang menawarkan harga yang bersaing. Tinggal browsing di internet atau tanya ke hotel tempat kamu menginap.

Soal parkir, di sekitar Taman Putroe Phang ada beberapa area parkir yang tersedia. Kapasitasnya lumayan besar, tapi kadang-kadang penuh saat akhir pekan atau hari libur. Biaya parkirnya sekitar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Pastikan kamu parkir di tempat yang resmi dan aman ya!

Daya Tarik Utama di Taman Putroe Phang

Daya tarik utama Taman Putroe Phang jelas Gunongan! Bangunan berbentuk gunung kecil ini adalah simbol cinta Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang. Arsitekturnya unik banget, dengan tangga-tangga yang melingkar dan puncak yang berbentuk kubah. Kamu bisa naik ke atas Gunongan untuk menikmati pemandangan taman dari ketinggian.

Spot foto terbaik? Banyak banget! Selain di depan Gunongan, kamu juga bisa foto-foto di sekitar kolam, jembatan, dan taman bunga. Waktu terbaik untuk foto adalah saat pagi atau sore hari, saat cahaya matahari nggak terlalu terik dan warnanya lebih lembut. Jangan lupa bawa kamera atau handphone dengan kualitas yang bagus ya!

Meskipun nggak ada atraksi alam yang spektakuler, taman ini tetap menawarkan suasana yang asri dan nyaman. Kamu bisa bersantai di bawah pohon rindang, menikmati udara segar, atau sekadar duduk-duduk di bangku taman sambil ngobrol dengan teman atau keluarga.

Selain Gunongan, di dalam taman ini juga ada beberapa bangunan lain seperti pendopo, museum mini, dan toko souvenir. Pendopo biasanya digunakan untuk acara-acara budaya atau pertunjukan seni. Museum mini menyimpan koleksi foto-foto lama dan informasi tentang sejarah Taman Putroe Phang.

Kalau beruntung, kamu bisa menyaksikan atraksi budaya seperti tari tradisional Aceh atau pertunjukan musik di Taman Putroe Phang. Biasanya, acara-acara ini diadakan saat hari-hari besar atau festival tertentu. Cek jadwalnya di website resmi atau tanya ke petugas taman ya!

Objek Wisata Unggulan

  • Gunongan: Ikon utama taman, bangunan berbentuk gunung yang unik dan bersejarah. Waktu terbaik untuk kunjungan adalah pagi atau sore hari.
  • Kolam: Kolam yang indah dengan air mancur dan tanaman hias. Cocok untuk bersantai dan menikmati suasana taman.
  • Pendopo: Tempat untuk menyaksikan pertunjukan seni dan acara budaya. Cek jadwalnya sebelum berkunjung.
  • Museum Mini: Menyimpan koleksi foto-foto lama dan informasi tentang sejarah taman. Buka setiap hari kecuali hari libur.
  • Taman Bunga: Taman yang penuh dengan bunga-bunga cantik dan warna-warni. Cocok untuk foto-foto.

Kegiatan dan Aktivitas Menarik

  • Naik ke Puncak Gunongan: Menikmati pemandangan taman dari ketinggian. Durasi sekitar 15-30 menit. Tingkat kesulitan: mudah. Harga: gratis.
  • Bersantai di Taman: Menikmati suasana asri dan udara segar. Durasi: sesuai keinginan. Tingkat kesulitan: mudah. Harga: gratis.
  • Foto-foto: Mengabadikan momen indah di berbagai spot menarik. Durasi: sesuai keinginan. Tingkat kesulitan: mudah. Peralatan: kamera atau handphone. Harga: gratis.
  • Menonton Pertunjukan Seni: Menyaksikan tari tradisional Aceh atau pertunjukan musik. Durasi: 1-2 jam. Tingkat kesulitan: mudah. Harga: bervariasi tergantung pertunjukan.
  • Belanja Souvenir: Membeli oleh-oleh khas Aceh di toko souvenir. Durasi: 30-60 menit. Tingkat kesulitan: mudah. Harga: bervariasi tergantung barang.

Fasilitas Lengkap

Soal fasilitas, Taman Putroe Phang ini lumayan lengkap kok. Ada toilet umum yang bersih dan terawat, mushola untuk beribadah, dan ruang menyusui untuk ibu-ibu yang membawa bayi. Kalau ada masalah kesehatan, ada juga kotak P3K yang tersedia di kantor pengelola.

Sayangnya, untuk fasilitas khusus seperti layanan difabel, kursi roda, atau guide, belum tersedia secara maksimal. Tapi, pengelola taman sedang berupaya untuk meningkatkan fasilitas ini di masa depan.

Untuk layanan tambahan, ada loker penitipan barang yang bisa kamu gunakan dengan biaya yang terjangkau. Ada juga charging station untuk mengisi daya handphone kamu. Wifi gratis juga tersedia di beberapa area taman.

Kalau butuh layanan kesehatan yang lebih lengkap, ada beberapa klinik dan apotek di sekitar Taman Putroe Phang. Rumah sakit terdekat adalah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, yang jaraknya sekitar 5 kilometer. Kamu bisa naik taksi atau transportasi online untuk ke sana.

Buat istirahat, ada banyak gazebo, bangku taman, dan ruang tunggu yang bisa kamu gunakan. Lokasinya tersebar di seluruh area taman, jadi kamu nggak perlu khawatir nggak kebagian tempat duduk.

Fasilitas & Layanan Tersedia

  • Toilet: Tersedia di beberapa lokasi, jumlahnya cukup, kondisinya bersih, gratis.
  • Tempat Ibadah: Mushola, lokasi strategis, kapasitas cukup, fasilitas pendukung lengkap.
  • Area Parkir: Kapasitas lumayan besar, untuk motor dan mobil, biaya terjangkau, keamanan cukup baik.
  • Pusat Informasi: Lokasi di dekat pintu masuk, jam operasional sesuai jam buka taman, layanan informasi dan bantuan.
  • ATM & Money Changer: Tidak tersedia di dalam taman, tapi ada di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.
  • Wifi & Telekomunikasi: Provider Telkomsel, kecepatan lumayan, area jangkauan terbatas, gratis.
  • Spot Foto: Gunongan, kolam, taman bunga, waktu terbaik pagi atau sore.
  • Akses Difabel: Belum maksimal, masih perlu ditingkatkan.
  • Layanan Medis: P3K tersedia, klinik dan rumah sakit terdekat.
  • Area Bermain Anak: Ada beberapa ayunan dan perosotan, pengawasan orang tua tetap diperlukan.

Aktivitas dan Atraksi di Taman Putroe Phang

Atraksi utama di Taman Putroe Phang tentu saja Gunongan. Kamu bisa naik ke atasnya untuk menikmati pemandangan taman dan sekitarnya. Biasanya, banyak pengunjung yang datang ke sini saat sore hari untuk menikmati sunset.

Selain itu, ada juga kegiatan budaya dan keagamaan yang sering diadakan di taman ini, terutama saat hari-hari besar Islam atau perayaan adat Aceh. Kamu bisa menyaksikan upacara adat, pertunjukan seni, atau festival budaya.

Untuk aktivitas edukasi, pengelola taman sering mengadakan workshop atau demo tentang sejarah dan budaya Aceh. Ada juga tur berpemandu yang akan mengajak kamu berkeliling taman sambil menjelaskan berbagai hal menarik tentang tempat ini.

Buat anak-anak, ada area bermain dengan beberapa ayunan dan perosotan. Kadang-kadang, ada juga pertunjukan badut atau aktivitas interaktif lainnya yang cocok untuk anak-anak.

Sayangnya, belum ada program khusus seperti sunset tour atau night safari di Taman Putroe Phang. Tapi, pengelola taman sedang mempertimbangkan untuk mengadakan program-program seperti ini di masa depan.

Jadwal Atraksi & Pertunjukan

Nama Atraksi Jadwal Durasi Lokasi Harga (Rp)
Naik Gunongan Setiap hari 15-30 menit Gunongan Gratis
Bersantai di Taman Setiap hari Sesuai keinginan Seluruh area taman Gratis
Pertunjukan Seni (jika ada) Cek jadwal 1-2 jam Pendopo Bervariasi
Workshop Budaya (jika ada) Cek jadwal 2-3 jam Area tertentu Bervariasi
Area Bermain Anak Setiap hari Sesuai keinginan Area bermain Gratis

Informasi Tiket & Reservasi

Kabar baiknya, masuk ke Taman Putroe Phang ini gratis alias nggak dipungut biaya! Kamu bisa langsung datang dan menikmati semua keindahan dan fasilitas yang ada di sana. Tapi, untuk beberapa acara khusus atau pertunjukan seni, mungkin ada tiket masuk atau biaya partisipasi yang perlu kamu bayar.

Karena masuknya gratis, jadi nggak perlu reservasi juga. Kamu bisa datang kapan saja sesuai dengan jam operasional taman. Tapi, kalau kamu datang dalam rombongan besar, sebaiknya hubungi pengelola taman terlebih dahulu untuk memberitahu kedatangan kamu.

Untuk promo dan diskon, biasanya ada saat hari-hari besar atau festival tertentu. Misalnya, saat Hari Kemerdekaan Indonesia atau saat perayaan Idul Fitri. Cek informasi terbaru di website resmi atau media sosial Taman Putroe Phang.

Karena nggak ada tiket masuk, jadi nggak ada kebijakan pembatalan atau refund juga. Tapi, kalau kamu sudah membayar biaya partisipasi untuk acara tertentu dan ingin membatalkan, sebaiknya hubungi panitia penyelenggara untuk mengetahui kebijakan pembatalannya.

Untuk paket wisata, biasanya ditawarkan oleh agen perjalanan atau tour operator lokal. Paket ini biasanya mencakup transportasi, akomodasi, dan kunjungan ke beberapa tempat wisata di Banda Aceh, termasuk Taman Putroe Phang. Pilih paket yang sesuai dengan budget dan minat kamu ya!

Daftar Harga Tiket Terbaru

Jenis Tiket Harga Weekday Harga Weekend Harga Libur Nasional Fasilitas
Tiket Dewasa Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman
Tiket Anak-anak Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman
Tiket Lansia Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman
Tiket Rombongan Gratis Gratis Gratis Akses ke seluruh area taman (sebaiknya konfirmasi ke pengelola)
Tiket VIP/Special Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia

Paket Wisata Tersedia

  • Paket Keluarga: Inklusi: transportasi, akomodasi, tiket masuk ke beberapa tempat wisata, makan. Harga: mulai dari Rp 2.000.000. Syarat: minimum 4 orang.
  • Paket Honeymoon: Inklusi: transportasi, akomodasi, makan malam romantis, spa. Harga: mulai dari Rp 3.000.000. Syarat: pasangan.
  • Paket Grup: Inklusi: transportasi, akomodasi, makan, tour guide. Harga: mulai dari Rp 1.500.000 per orang. Syarat: minimum 10 orang.
  • Paket Adventure: Inklusi: transportasi, akomodasi, peralatan adventure, instruktur. Harga: mulai dari Rp 2.500.000. Syarat: kondisi fisik yang baik.
  • Paket All-Inclusive: Inklusi: semua fasilitas dan layanan. Harga: mulai dari Rp 5.000.000. Syarat: sesuai ketentuan agen perjalanan.

Jadwal Operasional

Taman Putroe Phang buka setiap hari, lho! Jadi, kamu bisa datang kapan saja kamu mau. Jam operasionalnya mulai dari jam 08.00 pagi sampai jam 18.00 sore. Tapi, kadang-kadang ada acara khusus yang membuat jam operasionalnya berubah. Jadi, sebaiknya cek informasi terbaru di website resmi atau media sosial Taman Putroe Phang ya!

Peak season atau musim ramai biasanya terjadi saat libur sekolah, libur Lebaran, atau saat ada festival besar di Banda Aceh. Saat itu, taman ini bisa sangat ramai dikunjungi. Tipsnya, datanglah lebih awal atau saat hari kerja untuk menghindari keramaian.

Low season atau musim sepi biasanya terjadi saat bulan-bulan biasa, di luar musim liburan. Keuntungannya, kamu bisa menikmati taman dengan lebih tenang dan nyaman. Biasanya, ada juga diskon spesial atau promo menarik saat low season.

Untuk periode tutup, biasanya hanya terjadi saat ada maintenance atau perbaikan fasilitas. Atau, saat ada cuaca ekstrem seperti banjir atau badai. Informasi tentang periode tutup akan diumumkan di website resmi atau media sosial Taman Putroe Phang.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi atau sore hari. Saat pagi, udara masih segar dan belum terlalu panas. Saat sore, kamu bisa menikmati sunset yang indah di atas Gunongan.

Jam Operasional Terbaru

Hari Jam Buka Jam Tutup Catatan Khusus
Senin 08.00 18.00
Selasa 08.00 18.00
Rabu 08.00 18.00
Kamis 08.00 18.00
Jumat 08.00 18.00
Sabtu 08.00 18.00
Minggu 08.00 18.00
Libur Nasional 08.00 18.00 Mungkin ada perubahan, cek informasi terbaru

Musim dan Periode Terbaik

  • Musim Ramai: Libur sekolah, libur Lebaran, festival besar. Karakteristik: ramai, harga naik. Tips: datang lebih awal atau saat hari kerja.
  • Musim Sepi: Bulan-bulan biasa di luar liburan. Keuntungan: tenang, nyaman, diskon.
  • Periode Tutup/Maintenance: Biasanya diumumkan di website resmi. Alasan: perbaikan fasilitas, cuaca ekstrem.
  • Jam Favorit: Pagi (udara segar), sore (sunset).
  • Hari Terbaik: Hari kerja (lebih sepi).

Kuliner di Sekitar Taman Putroe Phang

Nah, kalau soal kuliner, di sekitar Taman Putroe Phang ini surganya! Banyak banget pilihan tempat makan yang bisa kamu coba, mulai dari restoran mewah sampai warung kaki lima. Dijamin, lidah kamu bakal dimanjakan!

Salah satu restoran terkenal di dekat taman adalah Mie Razali. Menu signature-nya tentu saja mie Aceh yang pedas dan gurih. Range harganya sekitar Rp 20.000 – Rp 50.000 per porsi. Lokasinya nggak jauh dari taman, sekitar 10 menit jalan kaki. Buka dari jam 10.00 pagi sampai jam 22.00 malam.

Buat tempat nongkrong, kamu bisa coba Eight Coffee. Konsepnya modern dan cozy. Menu favoritnya kopi Aceh dan berbagai jenis kue. Harganya sekitar Rp 15.000 – Rp 30.000 per item. Lokasinya juga dekat dari taman, sekitar 5 menit naik motor.

Makanan khas daerah yang wajib kamu coba adalah sate matang. Sate ini terbuat dari daging sapi yang dibakar dengan bumbu khas Aceh. Tempat legendaris untuk mencoba sate matang adalah Sate Matang D’Wan. Harganya sekitar Rp 30.000 – Rp 60.000 per porsi.

Kalau mau cari street food atau jajanan lokal, kamu bisa jalan-jalan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Di sana, banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman, seperti timpan, kue ade, dan kopi sanger. Harganya juga murah meriah, mulai dari Rp 5.000.

Rekomendasi kuliner untuk berbagai budget? Kalau budget terbatas, kamu bisa coba street food atau warung makan sederhana. Kalau budget sedang, kamu bisa coba restoran seperti Mie Razali atau tempat nongkrong seperti Eight Coffee. Kalau budget mewah, kamu bisa coba restoran fine dining yang ada di hotel-hotel berbintang.

Rekomendasi Tempat Makan

Nama Tempat Jenis Kuliner Menu Andalan Range Harga Jam Buka Lokasi
Mie Razali Mie Aceh Mie Aceh Udang Rp 20.000 – Rp 50.000 10.00 – 22.00 Jalan T. Hasan Dek, Beurawe
Eight Coffee Kopi & Kue Kopi Aceh, Brownies Rp 15.000 – Rp 30.000 10.00 – 23.00 Jalan Prof. Ali Hasyimi, Lamteh
Sate Matang D’Wan Sate Matang Sate Matang Campur Rp 30.000 – Rp 60.000 11.00 – 23.00 Jalan Medan – Banda Aceh, Matang Geulumpang Dua
Warung Nasi Hasan Masakan Aceh Nasi Gurih, Ayam Tangkap Rp 15.000 – Rp 35.000 08.00 – 21.00 Jalan Teuku Umar, Setui
Kupi Khop Kopi Kopi Khop Rp 10.000 – Rp 20.000 17.00 – 00.00 Pantai Ulee Lheue

Makanan Khas Wajib Coba

  • Mie Aceh: Mie kuning tebal yang dimasak dengan bumbu rempah khas Aceh, biasanya disajikan dengan daging, udang, atau kepiting. Tempat terbaik: Mie Razali. Harga: Rp 20.000 – Rp 50.000.
  • Sate Matang: Sate daging sapi yang dibakar dengan bumbu khas Aceh, biasanya disajikan dengan nasi atau lontong. Tempat terbaik: Sate Matang D’Wan. Harga: Rp 30.000 – Rp 60.000.
  • Ayam Tangkap: Ayam goreng yang dimasak dengan daun kari dan rempah-rempah lainnya, rasanya gurih dan renyah. Tempat terbaik: Warung Nasi Hasan. Harga: Rp 20.000 – Rp 40.000.
  • Timpan: Kue tradisional Aceh yang terbuat dari tepung ketan dan diisi dengan srikaya atau kelapa. Tempat terbaik: Pasar tradisional atau toko kue. Harga: Rp 5.000 – Rp 10.000 per buah.
  • Kopi Sanger: Kopi hitam yang dicampur dengan susu dan gula, rasanya unik dan nikmat. Tempat terbaik: Warung kopi di sekitar Banda Aceh. Harga: Rp 5.000 – Rp 15.000 per gelas.

Akomodasi di Sekitar Taman Putroe Phang

Buat kamu yang pengen nginep di sekitar Taman Putroe Phang, nggak usah khawatir! Banyak banget pilihan akomodasi yang bisa kamu pilih, mulai dari hotel berbintang sampai homestay yang nyaman. Tinggal sesuaikan dengan budget dan selera kamu aja! Memahami dinamika kompensasi karyawan memerlukan analisis mendalam, termasuk pemahaman tentang Daftar Gaji Seluruh Indonesia yang berlaku secara nasional
.

Kalau mau yang mewah, kamu bisa coba Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Hotel ini punya fasilitas lengkap, seperti kolam renang, spa, dan restoran. Range harganya sekitar Rp 500.000 – Rp 1.500.000 per malam. Lokasinya strategis, dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman dan pusat perbelanjaan.

Buat yang cari penginapan yang lebih terjangkau, kamu bisa coba RedDoorz Syariah near Masjid Raya Baiturrahman. Guest house ini menawarkan kamar-kamar yang bersih dan nyaman dengan harga sekitar Rp 150.000 – Rp 300.000 per malam. Lokasinya juga dekat dengan Taman Putroe Phang.

Kalau kamu datang bersama keluarga atau rombongan besar, kamu bisa coba villa atau penginapan keluarga seperti Rumoh PMI. Penginapan ini menawarkan kamar-kamar yang luas dan fasilitas dapur. Harganya sekitar Rp 400.000 – Rp 800.000 per malam. Setelah menikmati indahnya jurang tembelan kanigoro, selanjutnya kita akan membahas Kebun Buah Mangunan, yang tak kalah mempesona

Sayangnya, di sekitar Taman Putroe Phang nggak ada area camping atau glamping. Tapi, kalau kamu pengen camping, kamu bisa coba di pantai atau gunung yang ada di sekitar Banda Aceh.

Alternatif lain, kamu bisa coba homestay atau menginap di rumah penduduk. Pengalaman ini akan memberikan kamu kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan merasakan budaya Aceh yang autentik. Harganya juga relatif terjangkau, sekitar Rp 100.000 – Rp 200.000 per malam.

Rekomendasi Akomodasi

  • Hotel Hermes Palace Banda Aceh
    • Tipe: Hotel Bintang 4
    • Range Harga: Rp 500.000 – Rp 1.500.000
    • Jarak ke Objek Wisata: 1 km
    • Fasilitas Utama: Kolam renang, spa, restoran, wifi gratis
    • Kontak/Reservasi: Website resmi hotel atau aplikasi booking online
  • RedDoorz Syariah near Masjid Raya Baiturrahman
    • Tipe: Guest House Syariah
    • Range Harga: Rp 150.000 – Rp 300.000
    • Jarak ke Objek Wisata: 500 m
    • Fasilitas Utama: AC, wifi gratis, kamar mandi dalam
    • Kontak/Reservasi: Aplikasi RedDoorz
  • Rumoh PMI
    • Tipe: Penginapan Keluarga
    • Range Harga: Rp 400.000 – Rp 800.000
    • Jarak ke Objek Wisata: 2 km
    • Fasilitas Utama: Kamar luas, dapur, ruang keluarga
    • Kontak/Reservasi: Hubungi langsung pengelola
  • OYO 91067 Hotel Grand Arabia
    • Tipe: Hotel Budget
    • Range Harga: Rp 200.000 – Rp 400.000
    • Jarak ke Objek Wisata: 1.5 km
    • Fasilitas Utama: AC, wifi gratis, kamar mandi dalam
    • Kontak/Reservasi: Aplikasi OYO
  • Pertiwi Guesthouse
    • Tipe: Guesthouse
    • Range Harga: Rp 250.000 – Rp 450.000
    • Jarak ke Objek Wisata: 1 km
    • Fasilitas Utama: AC, wifi gratis, sarapan
    • Kontak/Reservasi: Hubungi langsung pengelola

Oleh-oleh dan Pusat Belanja

Jangan lupa bawa oleh-oleh buat keluarga dan teman di rumah ya! Di sekitar Taman Putroe Phang, banyak banget toko souvenir dan pusat perbelanjaan yang bisa kamu kunjungi. Dijamin, kamu bakal bingung mau beli yang mana!

Oleh-oleh khas Aceh yang wajib kamu beli adalah kopi Aceh. Kopi ini terkenal dengan aromanya yang kuat dan rasanya yang nikmat. Kamu bisa beli kopi Aceh di toko-toko souvenir atau di pasar tradisional. Harganya sekitar Rp 50.000 – Rp 150.000 per kilogram.

Selain kopi, kamu juga bisa beli kerajinan lokal seperti kain songket Aceh, rencong (senjata tradisional Aceh), atau perhiasan perak. Kerajinan ini bisa kamu temukan di toko-toko souvenir atau di pusat kerajinan seperti Pasar Aceh.

Kalau mau cari pusat perbelanjaan modern, kamu bisa coba Suzuya Mall atau Hermes Mall. Di sana, kamu bisa menemukan berbagai jenis produk, mulai dari pakaian, sepatu, tas, sampai elektronik.

Tips belanja? Tawar-menawar itu wajib di pasar tradisional! Periksa kualitas barang sebelum membeli. Minta penjual untuk mengemas barang dengan baik agar aman dibawa pulang. Dan, jangan lupa, beli oleh-oleh yang tahan lama ya!

Rekomendasi suvenir? Kopi Aceh, kain songket, rencong, dan perhiasan perak adalah pilihan yang bagus. Kalau mau makanan atau minuman, pastikan kemasannya aman dan tahan lama.

Galeri Foto Taman Putroe Phang

Oleh-oleh Khas Wajib Beli

  • Kopi Aceh: Kopi dengan aroma kuat dan rasa nikmat. Beli di toko souvenir atau pasar tradisional. Harga: Rp 50.000 – Rp 150.000 per kg. Tips: pilih yang biji kopi utuh atau bubuk halus.
  • Kain Songket Aceh: Kain tenun tradisional dengan motif yang indah. Beli di toko souvenir atau pusat kerajinan. Harga: Rp 200.000 – Rp 1.000.000 per lembar. Tips: pilih yang bahannya berkualitas dan warnanya cerah.
  • Rencong: Senjata tradisional Aceh yang terbuat dari logam. Beli di toko souvenir atau pusat kerajinan. Harga: Rp 100.000 – Rp 500.000 per buah. Tips: pilih yang ukurannya pas dan bahannya kuat.
  • Perhiasan Perak: Perhiasan yang terbuat dari perak dengan desain khas Aceh. Beli di toko perhiasan atau pusat kerajinan. Harga: Rp 50.000 – Rp 300.000 per item. Tips: pilih yang desainnya unik dan bahannya berkualitas.
  • Timpan: Kue tradisional Aceh yang terbuat dari tepung ketan dan diisi dengan srikaya atau kelapa. Beli di pasar tradisional atau toko kue. Harga: Rp 5.000 – Rp 10.000 per buah. Tips: pilih yang masih segar dan rasanya enak.

Pusat Belanja Rekomendasi

  • Pasar Aceh: Pasar tradisional yang menjual berbagai jenis barang, mulai dari makanan, pakaian, sampai kerajinan. Lokasi: Pusat kota Banda Aceh. Jam buka: Setiap hari.

Video Taman Putroe Phang

Kesimpulan

Jadi, gimana? Udah kebayang kan kenapa Taman Putroe Phang ini begitu istimewa? Bukan cuma soal arsitekturnya yang megah atau kolamnya yang bikin adem, tapi lebih dari itu, taman ini adalah saksi bisu cinta seorang sultan untuk permaisurinya. Bayangin deh, di tengah kesibukan memerintah kerajaan, Sultan Iskandar Muda masih sempat-sempatnya mikirin cara buat ngebahagiain istrinya. Romantis abis, ya kan? Dan yang lebih penting, taman ini ngingetin kita semua bahwa cinta itu butuh ruang, butuh keindahan, dan butuh perhatian.

Nah, buat kamu yang lagi nyari tempat buat healing atau sekadar pengen ngerasain suasana romantis ala kerajaan Aceh, Taman Putroe Phang ini wajib banget masuk bucket list kamu. Siapa tahu, sambil jalan-jalan di sana, kamu juga bisa nemuin inspirasi buat bikin hubunganmu makin langgeng kayak cinta Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang. Jangan lupa bawa kamera ya, soalnya spot fotonya Instagramable banget! Dijamin deh, pulang dari sana, kamu bakal punya cerita seru buat dibagiin ke temen-temen. Yuk, langsung aja rencanain liburanmu ke Aceh dan rasain sendiri keajaiban Taman Putroe Phang! Siapa tahu, kamu bisa nemuin cinta sejati di sana, atau minimal dapet foto yang keren buat dipamerin di medsos. Hehe.

Oke, siap! Ini dia 5 FAQ tentang Taman Putroe Phang, lengkap dengan gaya penulisan yang kamu minta, aturan SEO, dan format schema.org FAQ Page:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Taman Putroe Phang

Sebenarnya, apa sih yang bikin Taman Putroe Phang di Aceh ini begitu istimewa dan wajib dikunjungi?

Wah, pertanyaan bagus! Jadi gini, Taman Putroe Phang itu bukan sekadar taman biasa, lho. Ini adalah taman bersejarah yang dulunya jadi tempat bersantai dan bermainnya permaisuri Sultan Iskandar Muda, Putroe Phang. Bayangin aja, kamu bisa merasakan aura romantis dan keagungan masa lalu di sini.

Selain itu, arsitektur taman ini unik banget, perpaduan antara gaya Aceh dan sentuhan Eropa. Ada Gunongan, bangunan berbentuk gunung kecil yang konon dibangun agar sang permaisuri nggak rindu kampung halamannya di Pahang, Malaysia. Terus, ada juga kolam dan jembatan yang bikin suasana makin syahdu. Dijamin deh, foto-foto di sini bakal Instagramable banget! Jadi, kalau kamu lagi cari tempat yang punya nilai sejarah, keindahan alam, dan spot foto keren, Taman Putroe Phang adalah jawabannya!

Berapa harga tiket masuk ke Taman Putroe Phang Banda Aceh dan jam buka operasionalnya?

Nah, ini juga penting! Kabar baiknya, harga tiket masuk ke Taman Putroe Phang Banda Aceh itu sangat terjangkau, alias nggak bikin kantong bolong. Biasanya, tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang. Murah banget kan? Dengan harga segitu, kamu udah bisa menikmati keindahan dan sejarah di taman ini sepuasnya.

Untuk jam bukanya, Taman Putroe Phang buka setiap hari dari pagi sampai sore. Biasanya mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Tapi, ada baiknya kamu cek lagi ya, karena kadang ada perubahan jam buka tergantung kondisi atau acara tertentu. Jadi, sebelum berangkat, pastikan kamu udah tahu jam bukanya biar nggak kecewa pas sampai di sana! Jika Anda mencari pengalaman liburan tak terlupakan, maka Wisata Pantai Terbaik akan menjadi pilihan yang sempurna

Apa saja aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Taman Putroe Phang selain foto-foto?

Oke, selain berburu foto yang aesthetic, ada banyak aktivitas seru lainnya yang bisa kamu lakukan di Taman Putroe Phang. Kamu bisa berkeliling taman sambil menikmati suasana yang tenang dan asri. Sambil jalan-jalan, coba deh perhatikan arsitektur bangunan-bangunan di sekitarmu, pasti ada detail-detail menarik yang bikin kamu kagum.

Selain itu, kamu juga bisa belajar sejarah tentang Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang di museum kecil yang ada di dalam taman. Atau, kalau kamu suka seni, coba deh cari pertunjukan seni atau budaya yang sering diadakan di sini. Kadang ada juga acara-acara khusus seperti festival atau pameran yang sayang banget kalau dilewatkan. Jadi, jangan cuma foto-foto aja ya, eksplorasi semua yang ada di Taman Putroe Phang!

Bagaimana cara menuju ke lokasi Taman Putroe Phang jika saya baru pertama kali ke Banda Aceh?

Tenang, nggak usah khawatir nyasar! Taman Putroe Phang lokasinya strategis banget, ada di pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Jalan Teuku Umar, dekat dengan Museum Aceh. Kalau kamu baru pertama kali ke sini, ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh.

Kalau kamu naik pesawat dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, kamu bisa naik taksi atau transportasi online seperti Gojek atau Grab. Tinggal ketik “Taman Putroe Phang” di aplikasi, dan voila, kamu akan diantar sampai tujuan. Atau, kalau kamu lebih suka naik angkutan umum, kamu bisa naik Trans Koetaradja, bus kota yang melewati rute ini. Intinya, nggak susah kok menemukan Taman Putroe Phang, tanya aja ke orang-orang sekitar, pasti mereka tahu!

Adakah tips khusus yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke Taman Putroe Phang agar pengalaman saya lebih menyenangkan?

Supaya kunjunganmu ke Taman Putroe Phang makin berkesan, ada beberapa tips nih yang bisa kamu catat. Pertama, datanglah di pagi hari atau sore hari. Selain udaranya masih segar, pencahayaan untuk foto juga lebih bagus. Hindari datang di siang hari bolong, apalagi kalau cuaca lagi panas-panasnya, bisa bikin kamu cepat lelah.

Kedua, pakai pakaian yang nyaman dan sopan. Ingat ya, ini adalah tempat bersejarah, jadi kita harus menghormati adat dan budaya setempat. Ketiga, jangan lupa bawa kamera atau smartphone dengan baterai penuh, karena sayang banget kalau kamu nggak bisa mengabadikan momen-momen indah di sini. Terakhir, jaga kebersihan taman ya, jangan buang sampah sembarangan. Dengan begitu, semua orang bisa menikmati keindahan Taman Putroe Phang ini!

Related Post :