Semua Tentang Kabupaten Bener Meriah di Aceh, Lengkap

  • Gaffar
  • Apr 30, 2017
Wisata Bener Meriah

Kabupaten Bener Meriah terbentuk berdasarkan UU No. 41 tahun 2003, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah. Secara geografis, terletak di tengah-tengah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, pada posisi 4o33’50″-4o54’50″ LU dan 96o40’75″-97o17’50″ BT yang berada pada ketinggian 100-2.500 m dpl. Batas-batas daerahnya meliputi Kabupaten Aceh Utara dan Bireun di sebelah utara, Kabupaten Aceh Tengah di sebelah selatan dan barat, serta Kabupaten Aceh Timur di sebelah timur. Secara administratif, kabupaten yang beribukota Simpang Tiga Redelong ini terbagi menjadi 7 kecamatan yang meliputi 115 desa definitif. Pada tahun 2003 jumlah penduduknya mencapai 112.093 jiwa dengan kepadatan rata-rata 88 jiwa/Km2 dan laju pertumbuhan berfluktuasi antara 4,29% per tahun.

Gunung Bener Meriah
Gunung Bener Meriah

Wilayah Kabupaten Bener Meriah yang seluas 1.454,09 Km2, mempunyai komposisi penggunaan lahan untuk persawahan 14,60%, pekarangan dan bangunan 2,18%, tegalan/ kebun/ladang 34,65%, hutan lindung 14,88%, hutan produksi 23,07%, dan lain-lain 6,04%. Topografinya berbukit-bukit dan sedikit lembah dengan kemiringan tanah 0-3% seluas 2%, 3-8% (8,15%), 15-40% (54,14%) dan di atas 40% (35,31%). Sekitar 39,93% wilayahnya masih diliputi hutan, baik hutan produksi maupun hutan campuran. Keadaan tanahnya didominasi oleh podsolik coklat dan merah kuning (68%) dengan tekstur liat berpasir. Hamparan tanahnya berupa tanah halus seluas 10,34%, tanah padang 77,14%, tanah kasar 11,57%, dan selebihnya terdiri dari padang rumput. Kabupaten Bener Meriah tergolong daerah yang subur dan menjadi pusat produksi komoditi pertanian dataran tinggi. Kabupaten Bener Meriah merupakan daerah dataran tinggi yang memiliki iklim tropis dengan jumlah hari hujan setiap tahun berkisar 143- 178 hari dan curah hujan 1.000-2.500 mm. Musim hujan biasanya terjadi pada bulan September-Februari dan musim kemarau pada bulan Maret- Agustus. Temperatur maksimum berkisar antara 26o-32,5o C dan minimun antara 18o-23o C. Kelembaban relatif maksimum 75,8% dan minimum 30%.

Sejarah Kabupaten Bener Meriah

Kabupaten Bener Meriah merupakan Kabupaten termuda dalam wilayah Provinsi Aceh, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, Berdasarkan undang- undang No. 41 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 7 Januari 2004 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, dengan batas-batas :

  1. Sebelah Utara dengan Kabupaten Aceh Bireuen.
  2. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Aceh Tengah.
  3. Sebelah Timur dengan Kabupaten Aceh Timur.
  4. Sebelah Barat dengan Kabupaten Aceh Tengah

Daftar Kecamatan

  1. Bandar
  2. Bukit
  3. Permata
  4. Pintu Rime Gayo
  5. Syiah Utama
  6. Timang Gajah
  7. Wih Pesam
  8. Mesidah
  9. Gajah Putih
  10. Bener Kelipah

Wilayah yang memiliki daerah terluas yaitu Kecamatan Syiah Utama dengan luas wilayah 792,71 Km² atau 41,29%, sedangkan untuk wilayah yang memiliki daerah terkecil yaitu Kecamatan Bener Kelipah dengan luas wilayah 19,75 Km² atau 1,08%.

Sektor Agribisnis

Kabupaten Bener Meriah memiliki potensi alam yang subur, panorama yang indah serta memiliki potensi di sektor pertanian yang terbukti telah memberikan kontribusi cukup besar dalam menopang perekonomian masyarakat. Potensi pertanian yang paling dominan adalah perkebunan kopi, tembakau, kemiri dan coklat, serta pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Selain itu terdapat juga potensi pengembangan peternakan dalam skala besar karena memiliki padang penggembalaan yang luas, khususnya untuk kerbau dan sapi.

Sektor Perkebunan

Kopi merupakan tanaman primadona dan salah satu komoditi unggulan daerah dengan luas lahan mencapai 36.226,85 Ha, produksi sebesar 9.797,20 ton dan produktivitas 700 Kg/Ha/tahun yang melibatkan 29.050 KK petani dan 350 Kelompok Tani. Areal tanaman kopi terluas terdapat di Kecamatan Permata dan Timang Gajah, disusul Kecamatan Pintu Rime Gayo dan Bandar. Jenis tanaman kopi yang memiliki kualitas unggul adalah kopi arabica, namun saat ini bermacam varitas kopi unggulan lainnya sudah mulai ditanam oleh masyarakat. Kendala yang dialami petani pasca konflik yang melanda Provinsi NAD adalah banyaknya kebun kopi yang terlantar karena ditinggalkan oleh petani. Kendala lainnya adalah distribusi pasar yang belum tertata dengan baik serta rendahnya bargaining power petani saat menjual hasil panen. Sedangkan peluang dan pangsa pasar komoditi kopi sangat tergantung dengan permintaan pasar yang ada di Sumatera Utara dan pasar internasional yang ditentukan oleh eksportir dan para pedagang pengumpul.

Wisata Bener Meriah
Wisata Bener Meriah

Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

Luas areal komoditas tanaman pangan dan hortikultura didominasi oleh tanaman padi dengan luas lahan 3.250 Ha, disusul berbagai komoditi tanaman buah-buahan berupa jeruk dan alpukat. Sementara itu, Kecamatan Timang Gajah dan Pintu Rime Gayo merupakan wilayah yang potensial bagi pengembangan durian, kelapa, dan pinang. Sedangkan komoditi tanaman pangan lain yang juga potensial untuk dikembangkan adalah aneka sayur-sayuran dan palawija seperti jagung dan berbagai jenis tanaman kacang-kacangan. Saat ini Kabupaten Bener Meriah merupakan daerah sentra produksi berbagai komoditi hortikultura seperti kentang, tomat, dan cabe, dengan pemasaran hingga ke Medan (Sumatera Utara)

Sektor Peternakan

Ternak besar yang paling dominan dikembangkan adalah kerbau, sapi dan kuda. Bahkan sebagian ternak ini diperdagangkan secara interinsuler terutama ke Sumatera Utara. Namun permasalahannya saat ini budidaya ternak kerbau dan sapi masih dilaksanakan secara tradisional dan dalam skala kecil. Kendala lainnya adalah belum terdapatnya bibit unggul yang dapat dikembangkan secara modern. Sedangkan khusus untuk ternak kuda, selain dikirim ke luar daerah, kuda telah dikembangkan tidak saja untuk membantu petani tetapi kuda yang sebagian merupakan persilangan dengan kuda Australia ini telah dipergunakan untuk kuda pacuan yang dilaksanakan secara tradisional setiap tahunnya.

Sektor Kehutanan

Hamparan bukit dan gunung yang ada di Kabupaten Bener Meriah merupakan kawasan hutan yang luasnya mencapai 70.709,20 Ha, terdiri dari hutan lindung (21.604,78 Ha) dan hutan produksi terbatas (36.447 Ha), dan areal penggunaan lain (APL) seluas 12.657,42 Ha. Jenis hutan didominasi oleh hutan pinus homogin (pinus merkusit) seluas 16% dari luas hutan. Selebihnya terdiri dari hutan heterogen/hutan tanaman berdaun lebar berupa hutan khas dataran tinggi yang berhawa sejuk.

Potensi hutan baik pinus maupun jenis kayu-kayuan hutan rimba lainnya saat ini belum dikelola secara baik, sehingga belum memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. Adapun konsesi pengusahaan hutan di Kabupaten Bener Meriah selua 200 Ha yang dikelola oleh Najalin Galoh 100 Ha dan CV. Gaybimeg Corp 100 Ha dengan status izin pemungutan hasil hutan kayu (IPHHK).

Gunung Burni Telong
Gunung Burni Telong

Sektor Perikanan

Potensi perikanan yang dapat dikembangkan sesuai dengan keadaan alam Kabupaten Bener Meriah adalah perikanan air tawar dengan memanfaatkan sungai, sawah dan kolam. Selama ini, kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap ikan masih didatangkan dari luas daerah sebesar 83 ton/hari, karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan akan protein hewani daging ikan. Oleh karenanya peluang investasi pada sub sektor perikanan ini sangat menjanjikan.

Sektor Pertambangan dan Energi

Berbagai potensi bahan galian tambang mulai dari bahan galian golongan A (vital) sampai dengan golongan C (industri), terdapat di Kabupaten Bener Meriah. Bahan tambang golongan A seperti minyak bumi dan uranium terdapat di Kecamatan Bandar, Timang Gajah dan Syiah Utama. Bahan galian golongan B seperti emas dan pasir besi serta bahan galian golongan C seperti belerang, pirit, batu gamping, sirtu sungai, lempung, granit, andesit, marmer dan batu sabah ditemukan di hampir seluruh kecamatan. Hingga saat ini potensi tersebut belum digali secara optimal, sehingga merupakan peluang yang sangat terbuka bagi para investor.

Sektor Pariwisata

Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bener Meriah sangat menjanjikan karena didukung oleh panorama alam dan keadaan iklim yang sejuk. Jenis pariwisata yang dapat dikembangkan berupa wisata alam dengan panorama pemandangan alam yang indah yang terdapat di daerah Wih Nikulus, pemandian air panas di kaki Gunung Api Bur Ni Telong dan pemandangan air terjun (tensaran) Bidin, serta pengembangan ekowisata, agrowisata, dan wisata budaya/sejarah peninggalan kolonial Belanda seperti Tugu Radio Rimba Raya.

tensaran Reje Ilang
tensaran Reje Ilang

Objek Wisata
Nama Objek Wisata Lokasi Luas Areal
Timang Gajah

  1. Makam Datu Beru Suka Damai 15 Ha
  2. Air Terjun Suka Damai Bandar Lampahan 7 Ha
  3. Pemandian Air Panas Bandar Lampahan 2 Ha
  4. Pabrik Kopi Bandar Lampahan Lampahan 2 Ha
  5. Pabrik Terpentin Tunyang 625 M2

Gajah Putih

  1. Tracking Melintas 4 Air Terjun Ronga-Ronga 12 Ha
  2. Gua Seribu / Air Terjun Meriah Jaya 20 Ha
  3. Air Terjun Bergang Ronga-Ronga 25 Ha
  4. Air Terjun Kuala Indah Meriah Jaya 10 Ha

Pintu Rime Gayo

  1. Tugu RRI Rimba Raya Rime Raya 27 550 M2
  2. Alur Kulus Blang Rakal 25 Ha
  3. Air Panas Lancang Simpang Lancang 3 Ha

Bukit

  1. Danau Lut Atas / Lut Kucak Pondok Sayur 20 Ha
  2. Air Panas Pondok Gresek Panji Mulia 3 Ha
  3. Air Terjun Peteri Pintu Babussalam 10 Ha
  4. Puncak Arigon Gunung Teritit 50 Ha
  5. Bur Temun Redelong 30 Ha
  6. Lembah Pentago Blang Panas 2 Ha

Wih Pesam

  1. Pemandian Air Panas Simpang Balik 4 000 M2
  2. Air Panas Uning Bertih Simpang Balik 937,5 M2
  3. Puncak Gunung Gergung Simpang Balik 100 Ha
  4. Puncak Burni Telong Simpang Balik 1 000 Ha
  5. Relung Gunung Jamur Ujung 5 Ha

Bandar

  1. Air Terjun Tansaran Bidin Wonosari 5 Ha
  2. Tapak Kuda Kute Mangku 5 Ha
  3. Pesona Alam Paya Bening Paya Bening 60 Ha
  4. Loyang Kaming Batin Penara 5 Ha
  5. Kebun Teh Pondok Baru 100 Ha

Syiah Utama

  1. Air Terjun Alur Nyamuk Goneng 10 Ha
  2. Arung Jeram Samar Kilang Samar Kilang

Sarana Pendukung Dan Iklim Investasi

Iklim investasi pasca konflik yang melanda Provinsi NAD sudah berjalan dengan baik dan normal kembali. Kehidupan perekonomian rakyat yang dahulu hancur, kini sudah menunjukkan tanda-tanda membaik. Hal ini ditandai dengan sudah berjalannya mekanisme pasar dan mobilitas penduduk antar dan keluar daerah yang sudah berjalan normal.

Wisata Goa Jepang
Wisata Goa Jepang

Sarana pendukung baik berupa sarana transportasi mulai lancar, yang didukung oleh ruas jalan yang representatif untuk jalur darat. Sedangkan untuk jalur udara, saat ini di Kabupaten Bener Meriah telah terdapat sebuah bandara yang telah mampu didarati oleh pesawat jenis CN 235 atau SMAC. Bahkan landasan pacu di bandara tersebut kini sedang diperpanjang. Sarana investasi lainnya yang telah tersedia berupa Cold Storage, pasar lelang dan jalan tembus menuju pelabuhan yang berada di Aceh Utara dan menuju ke Kuala Langsa – Aceh Timur. Note
Husni Bahri Tob, SH., MM., M.Hum
Ad interim Regent of Bener Meriah


H usni Bahri Tob, SH., MM., M.Hum dilahirkan di Takengon pada5 Januari 1951, dari pasangan bapak T. Oesman Basyah dan ibu Hamidah Kalam. Selepas menyelesaikan pendidikan SMA, beliau berhasil merair gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Tak puas sampai di sini, beliau kemudian berhasil pula meraih gelar pasca sarjana dari dua bidang secara berturut-turut yaitu S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala dan S2 Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala. Selain sukses di pendidikan formal, pria yang gemar mendengarkan musik, membaca, dan aerobik ini juga aktif mengikuti pendidikan penjenjangan, seperti SEPADA di Medan, SEPALA di Medan, SEPADYA di Bukit Tinggi, SEPAMEN di Jakarta, dan Short Course bidang Hukum Peradilan Tata Usaha Negara di Perancis. Bahkan beliau berhasil manjadi peserta terbaik SEPAMEN dari Lembaga Administrasi Negara RI (LAN-RI) – Jakarta.

Husni Bahri Tob, SH., MM., M.Hum adalah sosok yang tekun dan giat dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Perjalanan karirnya yang dimulai dari Kepala Seksi hingga menjadi orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah dijalaninya dengan penuh dedikasi. Beberapa jabatan yang pernah dipercayakan kepadanya adalah Kepala Seksi Penerangan (1974-1976), Kepala Seksi Sekretariat (1976-1980), Kepala Bagian Tata Usaha (1980-1986), Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan (1986- 1994), Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NAD (1994-1998), Sekretaris DPRD Provinsi NAD (1998-2000), Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NAD (2000-2001), Kepala Biro Hukum dan Humas Setda Provinsi NAD (2001-2002), dan Asisten Tata Praja Setda Provinsi NAD (2002-2004). Selama berkarir, suami dari Ny. Ramlah dan bapak dari 5 orang anak ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI dan Eksekutif Teladan dari Yayasan Pendukung Karier dan Prestasi – Jakarta.

Setelah ditunjuk menjadi Penjabat Bupati Bener Meriah sejak tahun 2004, bersama-sama jajaran aparat pemerintahannya, Husni Bahri Tob, SH., MM., M.Hum segera menyusun berbagai kebijakan bagi pembangunan daerah. Visi yang diembannya adalah “Terwujudnya Kabupaten Bener Meriah sebagai daerah agribisnis yang didukung oleh pertanian yang tangguh, berdaya saing dan kompetitif”. Menurut beliau, visi ini terkesan sederhana, namun untuk merealisasikannya dibutuhkan kerja keras dan tanggung jawab yang tidak ringan. Meskipun Kabupaten Bener Meriah dikenal memiliki potensi yang sangat besar di bidang agribisnis, namun berbagai kendala masih memerlukan penanganan yang serius. Konflik yang terjadi di Provinsi NAD, merupakan tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama oleh segenap masyarakat. Belum optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya alam yang sebagian besar masih dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat membutuhkan strategi yang tepat. Berbagai upaya promosi untuk menarik minat investor guna menanamkan modalnya harus tetap didasari oleh tujuan untuk mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan. Namun dengan semakin membaikknya iklim investasi di daerahnya serta dukungan dari seluruh masyarakat terutama aparat pemerintahannya, beliau optimis mampu membangun Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu sentra agribisnis yang tangguh di Indonesia.

Peta Kabupaten Bener Meriah

Related Post :