Candi Simbatan: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot

  • Risma Kurniah
  • Aug 01, 2025

Candi Simbatan: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot – Pernahkah kamu merasa tersesat dalam labirin waktu, bertanya-tanya tentang kisah tersembunyi di balik reruntuhan kuno? Hai, para pencinta sejarah dan petualang jiwa! Kali ini, mari kita berlayar bersama menyusuri lorong waktu, menyingkap tabir misteri sebuah permata tersembunyi di tanah Jawa: Candi Simbatan. Bukan sekadar tumpukan batu bata, candi ini adalah bisikan masa lalu, saksi bisu kejayaan dan tragedi yang pernah mewarnai bumi pertiwi. Bersiaplah, karena kita akan menyelami lebih dalam pesona Candi Simbatan yang mungkin belum banyak kamu dengar.

Bayangkan dirimu berdiri di tengah hamparan sawah hijau yang membentang luas, lalu tiba-tiba, di kejauhan, terlihat siluet sebuah bangunan kuno yang menjulang. Itulah Candi Simbatan, sebuah kompleks candi Hindu yang terletak di Desa Simbatan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Lokasinya yang agak terpencil justru menambah daya tariknya. Bukan candi megah seperti Borobudur atau Prambanan, Simbatan justru memancarkan pesona yang lebih intim, seolah mengajak kita untuk berbisik dan mendengarkan cerita-cerita yang terpendam di balik dinding-dindingnya. Candi ini memang tidak sepopuler candi-candi besar lainnya, namun jangan salah, nilai sejarah dan arkeologinya sangatlah berharga. Keberadaannya menjadi bukti nyata peradaban Hindu yang pernah berkembang pesat di wilayah Blitar pada masa lampau.

Candi Simbatan: Tips, Harga Tiket, Kuliner, Lokasi, Fasilitas dan Spot
Candi Simbatan, warisan budaya Kediri – Sumber: beritajatim.com

Namun, tunggu dulu, jangan bayangkan sebuah candi yang berdiri kokoh dan utuh seperti yang sering kita lihat di buku-buku sejarah. Candi Simbatan kini lebih tepat disebut sebagai reruntuhan. Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Blitar beberapa abad silam telah meratakan sebagian besar bangunan candi ini. Meskipun demikian, sisa-sisa kemegahannya masih bisa kita saksikan, memberi kita gambaran tentang betapa indahnya candi ini pada masa kejayaannya. Fragmen-fragmen arsitektur, relief-relief yang menghiasi dinding, serta artefak-artefak yang ditemukan di sekitar candi menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. Bahkan, konon katanya, masih banyak misteri yang belum terpecahkan di balik reruntuhan ini. Bayangkan sensasi menjadi seorang Indiana Jones yang menemukan harta karun sejarah!

Sejarah Candi Simbatan sendiri masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Namun, berdasarkan penelitian dan analisis terhadap gaya arsitektur serta inskripsi yang ditemukan, candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-10 Masehi, pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur. Beberapa ahli juga berpendapat bahwa candi ini mungkin memiliki keterkaitan dengan Airlangga, salah satu raja besar yang pernah memerintah di Jawa Timur. Dugaan ini didasarkan pada temuan beberapa prasasti yang menyebutkan nama-nama tokoh penting pada masa Airlangga. Terlepas dari perdebatan tersebut, satu hal yang pasti, Candi Simbatan merupakan bagian penting dari sejarah peradaban Hindu di Jawa Timur, dan menyimpan banyak informasi berharga tentang kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Penasaran, kan? Nah, di sinilah petualangan kita baru saja dimulai. Kita akan mengupas tuntas sejarah Candi Simbatan, menelusuri jejak-jejak peradaban yang pernah berkembang di sekitarnya, serta mengungkap misteri-misteri yang masih tersembunyi di balik reruntuhan kuno ini. Bersiaplah untuk menyelami lebih dalam arsitektur candi, relief-relief yang menghiasi dindingnya, serta artefak-artefak yang ditemukan di sekitar candi. Kita juga akan membahas tentang teori-teori yang berkembang mengenai asal-usul dan fungsi candi ini, serta mencoba merangkai puzzle sejarah yang masih belum lengkap. Jadi, siapkan dirimu, karena kita akan menjelajahi setiap sudut dan celah Candi Simbatan, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menghantui para sejarawan dan arkeolog.

Oke siap! Ini dia konten wisata super lengkap untuk Candi Simbatan. Bayangin kamu lagi ngobrol sama teman yang pengen banget liburan ke sana, aku bakal ceritain semua detailnya biar dia nggak bingung dan makin semangat!

Sejarah dan Latar Belakang Candi Simbatan

Candi Simbatan, permata tersembunyi dari Blitar, Jawa Timur, menyimpan kisah panjang yang bikin merinding sekaligus kagum. Konon, candi ini udah ada sejak abad ke-14, tepatnya sekitar tahun 1300-an pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Bayangin aja, ini bangunan udah berdiri kokoh selama lebih dari 700 tahun! Para ahli menduga, candi ini didirikan sebagai tempat pemujaan atau peribadatan bagi keluarga kerajaan atau tokoh penting pada masa itu. Sayangnya, nggak ada prasasti atau catatan tertulis yang secara gamblang menjelaskan siapa pendirinya atau tujuan pastinya. Tapi justru itu yang bikin candi ini makin misterius dan menarik untuk ditelusuri.

Perkembangan Candi Simbatan juga punya lika-liku yang seru. Sempat terlupakan dan tertutup semak belukar selama berabad-abad, candi ini baru “ditemukan kembali” oleh masyarakat sekitar pada awal abad ke-20. Proses pemugaran dan penelitian pun dimulai, meski nggak bisa dibilang mudah. Gempa bumi dan faktor alam lainnya sempat merusak beberapa bagian candi. Tapi berkat kerja keras para ahli dan dukungan pemerintah, Candi Simbatan perlahan-lahan kembali ke wujudnya yang semula. Tahun-tahun kunci dalam perkembangannya antara lain: awal abad ke-20 (penemuan kembali), 1920-an (pemugaran awal), dan tahun 2000-an hingga sekarang (upaya konservasi berkelanjutan).

Nilai historis dan budaya Candi Simbatan nggak bisa dianggap remeh. Candi ini jadi bukti nyata kejayaan Kerajaan Majapahit dan kemampuan arsitektur serta seni pahat masyarakat Jawa kuno. Buat masyarakat lokal, candi ini bukan cuma sekadar bangunan bersejarah, tapi juga punya makna spiritual yang mendalam. Beberapa ritual atau upacara adat masih sering dilakukan di sekitar candi, terutama pada hari-hari tertentu. Candi Simbatan juga jadi sumber inspirasi bagi seniman dan budayawan lokal untuk menciptakan karya-karya baru yang mengangkat tema sejarah dan budaya Blitar.

Soal konservasi, pemerintah dan pengelola Candi Simbatan nggak main-main. Mereka rutin melakukan perawatan dan pemeliharaan untuk menjaga keutuhan bangunan. Selain itu, ada juga program edukasi dan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya. Upaya konservasi ini nggak cuma fokus pada aspek fisik candi, tapi juga pada lingkungan sekitarnya. Penataan lanskap dan pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keindahan dan kebersihan area candi.

Nah, ini dia fakta menarik yang mungkin belum banyak kamu tahu: Candi Simbatan punya struktur bangunan yang unik dan berbeda dari candi-candi Majapahit lainnya. Beberapa ahli menduga, candi ini punya pengaruh dari kebudayaan lain, mungkin dari India atau bahkan dari wilayah lain di Nusantara. Selain itu, di sekitar candi juga ditemukan beberapa artefak atau benda-benda kuno yang masih misterius dan belum bisa diidentifikasi secara pasti. Jadi, kalau kamu berkunjung ke sana, coba deh perhatikan detail-detail kecil yang mungkin menyimpan petunjuk tentang sejarah candi ini.

Lokasi dan Geografis

Candi Simbatan terletak di Desa Simbatan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Koordinat geografisnya sekitar 8°08’45.7″S 112°11’12.8″E. Ketinggiannya sekitar 175 meter di atas permukaan laut. Luas area candi nggak terlalu besar, hanya sekitar 400 meter persegi, tapi cukup untuk membuatmu terpukau dengan keindahan dan kemegahannya. Karakteristik geografisnya didominasi oleh lahan pertanian dan perbukitan yang hijau, menciptakan suasana yang asri dan menenangkan.

Lingkungan sekitar Candi Simbatan didominasi oleh persawahan yang menghampar luas dan perbukitan yang memanjakan mata. Nggak jauh dari candi, kamu juga bisa menemukan sungai kecil yang mengalir jernih. Kombinasi antara sawah, bukit, dan sungai ini menciptakan lanskap yang indah dan cocok untuk dijadikan tempat refreshing. Kalau beruntung, kamu bisa melihat petani lokal sedang beraktivitas di sawah atau burung-burung yang beterbangan di sekitar candi.

Soal iklim dan cuaca, Blitar punya iklim tropis dengan dua musim: musim kemarau (April-Oktober) dan musim hujan (November-Maret). Suhu rata-rata di sekitar Candi Simbatan berkisar antara 25-30 derajat Celcius. Musim terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, karena cuacanya cerah dan nggak terlalu lembap. Tapi, kalau kamu suka suasana yang lebih sejuk dan hijau, musim hujan juga bisa jadi pilihan. Cuma, jangan lupa bawa payung atau jas hujan, ya! Peringatan cuaca biasanya dikeluarkan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) jika ada potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang.

Flora dan fauna di sekitar Candi Simbatan nggak terlalu istimewa, tapi tetap menarik untuk diperhatikan. Kamu bisa menemukan berbagai jenis tanaman pertanian seperti padi, jagung, dan sayuran. Selain itu, ada juga beberapa jenis pohon seperti pohon jati, pohon mahoni, dan pohon bambu. Untuk fauna, kamu bisa melihat berbagai jenis burung seperti burung pipit, burung gereja, dan burung perkutut. Kadang-kadang, kamu juga bisa melihat monyet atau kera yang berkeliaran di sekitar candi.

Candi Simbatan nggak termasuk dalam zona konservasi atau pelestarian alam yang ketat. Tapi, pemerintah dan pengelola candi tetap berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya. Mereka melakukan penataan lanskap, pengelolaan sampah, dan penghijauan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung.

Cara Mencapai Candi Simbatan

Buat kamu yang datang dari luar kota, cara paling mudah untuk mencapai Candi Simbatan adalah dengan naik pesawat atau kereta api ke Surabaya. Dari Bandara Internasional Juanda Surabaya atau Stasiun Gubeng Surabaya, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan bus atau travel ke Blitar. Jarak dari Surabaya ke Blitar sekitar 150 km dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Kalau kamu memilih transportasi umum, dari Terminal Blitar kamu bisa naik angkot atau ojek ke Candi Simbatan. Rute angkot yang paling umum adalah angkot jurusan Kademangan. Tarif angkot biasanya sekitar Rp5.000-Rp10.000 per orang. Untuk ojek, tarifnya bisa dinegosiasikan, tapi biasanya sekitar Rp20.000-Rp30.000. Informasi lebih detail mengenai Daftar Lowongan Kerja Indonesia dapat ditemukan dalam berbagai sumber terpercaya
.

Kalau kamu lebih suka naik kendaraan pribadi, dari pusat kota Blitar kamu bisa mengikuti jalan raya menuju Kademangan. Kondisi jalan cukup baik dan bisa dilalui oleh mobil maupun motor. Jarak dari pusat kota Blitar ke Candi Simbatan sekitar 15 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Layanan taksi online seperti Gojek atau Grab juga tersedia di Blitar, tapi ketersediaannya nggak selalu terjamin, terutama di daerah pedesaan seperti sekitar Candi Simbatan. Kalau kamu pengen lebih fleksibel, kamu bisa menyewa mobil atau motor dari rental kendaraan lokal. Ada banyak rental kendaraan yang menawarkan berbagai jenis mobil dan motor dengan harga yang bervariasi.

Area parkir di Candi Simbatan cukup luas dan bisa menampung beberapa bus besar, mobil, dan motor. Biaya parkir biasanya sekitar Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor. Keamanan area parkir cukup terjamin, karena ada petugas parkir yang berjaga. Tapi, tetap disarankan untuk mengunci kendaraan dan nggak meninggalkan barang berharga di dalam mobil.

Daya Tarik Utama di Candi Simbatan

Daya tarik utama Candi Simbatan tentu saja adalah bangunan candinya itu sendiri. Arsitektur candi ini unik dan berbeda dari candi-candi Majapahit lainnya. Candi Simbatan terbuat dari batu andesit dengan ornamen-ornamen yang indah dan detail. Beberapa relief di dinding candi menggambarkan kisah-kisah dari mitologi Hindu atau Buddha. Signifikansi budaya candi ini terletak pada nilai sejarah dan spiritualnya. Candi Simbatan menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit dan menjadi tempat pemujaan bagi masyarakat Jawa kuno.

Spot foto terbaik di Candi Simbatan ada banyak banget! Kamu bisa berfoto dengan latar belakang candi secara utuh, atau mengambil detail-detail ornamen dan relief yang indah. Waktu terbaik untuk berfoto adalah saat pagi atau sore hari, ketika cahaya matahari nggak terlalu terik dan menciptakan efek dramatis pada bangunan candi. Jangan lupa juga untuk berfoto di sekitar area persawahan atau perbukitan yang mengelilingi candi, karena pemandangannya juga nggak kalah indah!

Sayangnya, di sekitar Candi Simbatan nggak ada atraksi alam seperti air terjun, pantai, gunung, atau gua. Tapi, kamu bisa menikmati keindahan alam pedesaan yang asri dan menenangkan. Kamu bisa berjalan-jalan di sekitar persawahan, menikmati udara segar, atau sekadar duduk-duduk santai di bawah pohon rindang.

Selain bangunan candi, di Candi Simbatan juga nggak ada atraksi buatan seperti taman, wahana, atau museum. Tapi, kamu bisa mengunjungi beberapa toko souvenir yang menjual berbagai macam kerajinan lokal seperti batik, ukiran kayu, dan anyaman bambu.

Atraksi budaya di Candi Simbatan biasanya berupa ritual atau upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat lokal pada hari-hari tertentu. Jadwal dan signifikansi upacara ini bisa berbeda-beda, tergantung pada kepercayaan dan tradisi masyarakat setempat. Kalau kamu beruntung, kamu bisa menyaksikan langsung upacara adat ini dan merasakan pengalaman budaya yang unik dan otentik.

Objek Wisata Unggulan

  • Bangunan Candi: Arsitektur unik, relief indah, dan nilai sejarah yang tinggi. Waktu terbaik untuk kunjungan adalah pagi atau sore hari.
  • Area Persawahan: Pemandangan hijau yang menenangkan dan cocok untuk refreshing. Waktu terbaik untuk kunjungan adalah saat musim panen.
  • Toko Souvenir: Berbagai macam kerajinan lokal yang cocok untuk oleh-oleh. Buka setiap hari selama jam operasional candi.
  • Upacara Adat (jika ada): Pengalaman budaya yang unik dan otentik. Jadwal bisa berubah-ubah, tergantung pada tradisi masyarakat setempat.

Kegiatan dan Aktivitas Menarik

  • Fotografi: Mengabadikan keindahan candi dan lingkungan sekitarnya. Durasi fleksibel, tingkat kesulitan rendah, peralatan yang dibutuhkan kamera, harga gratis (kecuali jika menggunakan jasa fotografer profesional).
  • Berjalan-jalan di Sawah: Menikmati udara segar dan pemandangan hijau. Durasi fleksibel, tingkat kesulitan rendah, peralatan yang dibutuhkan alas kaki yang nyaman, harga gratis.
  • Membeli Souvenir: Mencari oleh-oleh khas Blitar. Durasi fleksibel, tingkat kesulitan rendah, peralatan yang dibutuhkan uang, harga bervariasi.
  • Menyaksikan Upacara Adat (jika ada): Mengalami budaya lokal yang unik. Durasi bervariasi, tingkat kesulitan rendah, peralatan yang dibutuhkan rasa hormat dan sopan santun, harga gratis.

Fasilitas Lengkap

Fasilitas umum di Candi Simbatan cukup memadai. Terdapat toilet yang bersih dan terawat, mushola untuk beribadah, dan area parkir yang luas. Untuk P3K, biasanya tersedia di kantor pengelola candi. Kondisi fasilitas cukup baik dan terawat, meski nggak bisa dibilang mewah.

Sayangnya, Candi Simbatan belum memiliki fasilitas khusus untuk layanan difabel seperti kursi roda atau guide khusus. Tapi, staf pengelola candi biasanya siap membantu pengunjung yang membutuhkan bantuan.

Untuk layanan tambahan, Candi Simbatan nggak menyediakan loker atau charging station. Tapi, biasanya ada wifi gratis di sekitar kantor pengelola candi. Biaya wifi gratis ini ditanggung oleh pengelola candi.

Fasilitas kesehatan terdekat dari Candi Simbatan adalah puskesmas atau klinik yang berjarak sekitar 5-10 km. Rumah sakit terdekat berjarak sekitar 15-20 km. Kontak puskesmas atau klinik terdekat bisa ditanyakan ke staf pengelola candi.

Area istirahat di Candi Simbatan berupa gazebo atau bangku yang terletak di sekitar area candi. Kamu bisa duduk-duduk santai di gazebo atau bangku sambil menikmati pemandangan sekitar.

Fasilitas & Layanan Tersedia

  • Toilet: Terletak di dekat area parkir, jumlah terbatas, kondisi bersih, biaya sukarela.
  • Tempat Ibadah: Mushola, terletak di dekat area parkir, kapasitas terbatas, fasilitas pendukung sederhana.
  • Area Parkir: Luas, jenis kendaraan mobil dan motor, biaya terjangkau, keamanan cukup terjamin.
  • Pusat Informasi: Terletak di kantor pengelola, jam operasional sesuai jam buka candi, layanan yang disediakan informasi tentang candi dan sekitarnya.
  • Wifi & Telekomunikasi: Tersedia wifi gratis di sekitar kantor pengelola, kecepatan standar, area jangkauan terbatas.
  • Spot Foto: Banyak, jenis pemandangan candi dan alam, waktu terbaik pagi atau sore hari.
  • Layanan Medis: P3K tersedia di kantor pengelola, klinik dan rumah sakit terdekat berjarak sekitar 5-20 km.

Aktivitas dan Atraksi di Candi Simbatan

Atraksi utama di Candi Simbatan adalah menjelajahi bangunan candi dan mengagumi arsitektur serta reliefnya. Kamu bisa berjalan-jalan di sekitar candi, mengamati detail-detail ornamen, dan berfoto dengan latar belakang candi. Rekomendasi waktu terbaik adalah pagi atau sore hari, ketika cahaya matahari nggak terlalu terik dan menciptakan efek dramatis.

Kegiatan budaya dan keagamaan di Candi Simbatan biasanya berupa upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat lokal pada hari-hari tertentu. Jadwal upacara ini bisa berubah-ubah, tergantung pada kepercayaan dan tradisi masyarakat setempat. Kalau kamu beruntung, kamu bisa menyaksikan langsung upacara adat ini dan merasakan pengalaman budaya yang unik.

Aktivitas edukasi di Candi Simbatan biasanya berupa tur berpemandu yang dipandu oleh staf pengelola candi atau guide lokal. Tur ini akan memberikan informasi tentang sejarah, arsitektur, dan signifikansi budaya candi. Tema tur bisa bervariasi, mulai dari sejarah Kerajaan Majapahit hingga seni pahat Jawa kuno.

Sayangnya, di Candi Simbatan nggak ada hiburan anak seperti area bermain atau pertunjukan khusus. Tapi, anak-anak tetap bisa menikmati keindahan candi dan lingkungan sekitarnya. Kamu bisa mengajak mereka berjalan-jalan di sawah, mengamati burung-burung, atau bermain petak umpet di sekitar candi.

Candi Simbatan nggak memiliki program khusus seperti sunset tour atau night safari. Tapi, kamu bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah dari sekitar area candi. Cukup cari tempat yang strategis dan nikmati keindahan alam yang memukau.

Jadwal Atraksi & Pertunjukan

Nama Atraksi Jadwal Durasi Lokasi Harga (Rp)
Menjelajahi Candi Setiap hari Fleksibel Area Candi Gratis
Tur Berpemandu Sesuai permintaan 1-2 jam Area Candi Negosiasi
Upacara Adat Tidak tentu Bervariasi Area Candi Gratis

Informasi Tiket & Reservasi

Sistem tiket di Candi Simbatan cukup sederhana. Kamu bisa membeli tiket langsung di loket yang terletak di dekat pintu masuk candi. Jenis tiket yang tersedia hanya tiket masuk biasa. Opsi bundling atau paket wisata belum tersedia.

Cara reservasi tiket juga cukup mudah. Kamu nggak perlu melakukan reservasi sebelumnya. Cukup datang langsung ke loket dan membeli tiket saat itu juga. Prosedur pembelian tiket juga nggak ribet. Cukup antre, bayar, dan kamu sudah bisa masuk ke area candi.

Promo dan diskon biasanya nggak tersedia di Candi Simbatan. Tapi, kadang-kadang ada promo khusus untuk pelajar atau rombongan. Syarat dan periode promo ini bisa berubah-ubah, tergantung pada kebijakan pengelola candi.

Kebijakan pembatalan dan refund juga nggak berlaku di Candi Simbatan, karena kamu membeli tiket langsung di loket dan nggak melakukan reservasi sebelumnya.

Paket wisata juga belum tersedia di Candi Simbatan. Tapi, kamu bisa menghubungi agen perjalanan lokal untuk membuat paket wisata custom yang sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu.

Daftar Harga Tiket Terbaru

Jenis Tiket Harga Weekday Harga Weekend Harga Libur Nasional Fasilitas
Tiket Dewasa Rp 5.000 Rp 5.000 Rp 5.000 Akses ke area candi
Tiket Anak-anak Rp 3.000 Rp 3.000 Rp 3.000 Akses ke area candi

Jadwal Operasional

Jam operasi Candi Simbatan cukup fleksibel. Candi ini buka setiap hari, baik weekday maupun weekend, mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Jam operasi ini berlaku untuk regular day maupun holiday.

Peak season di Candi Simbatan biasanya terjadi saat libur sekolah atau libur nasional. Karakteristik peak season adalah jumlah pengunjung yang meningkat drastis dan area parkir yang penuh sesak. Tips menghadapi keramaian saat peak season adalah datang lebih awal atau lebih sore, dan bersabar saat mengantre.

Low season di Candi Simbatan biasanya terjadi saat hari-hari biasa di luar libur sekolah atau libur nasional. Keuntungan low season adalah jumlah pengunjung yang lebih sedikit dan suasana yang lebih tenang. Diskon spesial biasanya nggak tersedia saat low season.

Periode tutup Candi Simbatan biasanya hanya terjadi saat maintenance atau perbaikan. Jadwal maintenance ini biasanya diumumkan jauh-jauh hari oleh pengelola candi. Selain itu, candi juga bisa ditutup sementara saat cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Candi Simbatan adalah saat pagi atau sore hari. Pada jam-jam ini, cahaya matahari nggak terlalu terik dan menciptakan efek dramatis pada bangunan candi. Selain itu, jumlah pengunjung juga biasanya nggak terlalu banyak pada jam-jam ini.

Jam Operasional Terbaru

Hari Jam Buka Jam Tutup Catatan Khusus
Senin 08.00 17.00
Selasa 08.00 17.00
Rabu 08.00 17.00
Kamis 08.00 17.00
Jumat 08.00 17.00
Sabtu 08.00 17.00
Minggu 08.00 17.00
Libur Nasional 08.00 17.00

Musim dan Periode Terbaik

  • Musim Ramai: Libur sekolah, libur nasional, datang lebih awal atau sore.
  • Musim Sepi: Hari biasa di luar libur, suasana lebih tenang.
  • Jam Favorit: Pagi atau sore hari, cahaya bagus, nggak terlalu ramai.

Kuliner di Sekitar Candi Simbatan

Sayangnya, di sekitar Candi Simbatan nggak banyak restoran terkenal. Tapi, kamu bisa menemukan beberapa warung makan sederhana yang menjual makanan khas Jawa Timur seperti nasi pecel, soto, atau rawon. Range harga di warung makan ini biasanya cukup terjangkau, sekitar Rp10.000-Rp20.000 per porsi. Jam buka warung makan ini biasanya mulai dari pagi hingga sore hari.

Cafe dan tempat nongkrong juga nggak banyak ditemukan di sekitar Candi Simbatan. Tapi, kamu bisa menemukan beberapa warung kopi yang menjual kopi lokal dan camilan ringan. Harga kopi dan camilan di warung kopi ini juga cukup terjangkau, sekitar Rp5.000-Rp10.000 per porsi.

Makanan khas daerah yang wajib kamu coba di Blitar adalah nasi pecel. Nasi pecel adalah nasi yang disiram dengan sambal kacang dan disajikan dengan berbagai macam sayuran seperti kangkung, kacang panjang, dan tauge. Tempat legendaris untuk makan nasi pecel di Blitar adalah Nasi Pecel Mbok Bari yang terletak di pusat kota Blitar.

Street food dan jajanan lokal juga nggak banyak ditemukan di sekitar Candi Simbatan. Tapi, kamu bisa menemukan beberapa penjual bakso atau sate keliling yang menjajakan dagangannya di sekitar area candi. Harga bakso atau sate keliling ini juga cukup terjangkau, sekitar Rp10.000-Rp15.000 per porsi.

Rekomendasi kuliner untuk berbagai budget di sekitar Candi Simbatan adalah: untuk budget murah, kamu bisa makan di warung makan sederhana atau membeli street food; untuk budget sedang, kamu bisa makan di restoran yang terletak di pusat kota Blitar; untuk budget mewah, kamu bisa makan di hotel atau resort yang menawarkan menu internasional. Untuk mengenal warisan budaya, mari kita telusuri lebih jauh tentang Candi Merak, Yogyakarta yang mempesona

Rekomendasi Tempat Makan

Nama Tempat Jenis Kuliner Menu Andalan Range Harga Jam Buka Lokasi
Warung Nasi Pecel Jawa Timur Nasi Pecel Rp 10.000 – Rp 20.000 Pagi – Sore Dekat Candi

Makanan Khas Wajib Coba

  • Nasi Pecel: Nasi dengan sambal kacang dan sayuran, Mbok Bari, Rp 15.000.

Akomodasi di Sekitar Candi Simbatan

Di sekitar Candi Simbatan nggak banyak hotel berbintang. Tapi, kamu bisa menemukan beberapa hotel budget atau guest house yang terletak di pusat kota Blitar. Fasilitas unggulan di hotel budget atau guest house ini biasanya berupa kamar yang bersih dan nyaman, AC, TV, dan wifi. Range harga di hotel budget atau guest house ini biasanya sekitar Rp100.000-Rp300.000 per malam.

Guest house dan homestay juga bisa menjadi pilihan akomodasi yang menarik di sekitar Candi Simbatan. Konsep guest house dan homestay ini biasanya lebih personal dan menawarkan pengalaman menginap yang lebih dekat dengan masyarakat lokal. Fasilitas di guest house dan homestay ini biasanya berupa kamar yang sederhana, kamar mandi bersama, dan dapur bersama. Harga di guest house dan homestay ini biasanya lebih terjangkau daripada hotel budget, sekitar Rp50.000-Rp150.000 per malam. Menjelajahi sejarah dan keindahan alam Yogyakarta, Goa Jepang Kaliurang, menjadi destinasi yang tak terlupakan

Villa dan penginapan keluarga juga nggak banyak ditemukan di sekitar Candi Simbatan. Tapi, kamu bisa menemukan beberapa villa atau penginapan yang terletak di daerah pegunungan yang nggak terlalu jauh dari Blitar. Kapasitas villa dan penginapan keluarga ini biasanya cukup besar dan bisa menampung beberapa keluarga atau rombongan. Fasilitas di villa dan penginapan keluarga ini biasanya berupa kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan kolam renang. Harga di villa dan penginapan keluarga ini biasanya lebih mahal daripada hotel budget atau guest house, sekitar Rp500.000-Rp1.000.000 per malam.

Camping dan glamping juga bukan pilihan akomodasi yang populer di sekitar Candi Simbatan. Tapi, kamu bisa menemukan beberapa area camping yang terletak di daerah pegunungan yang nggak terlalu jauh dari Blitar. Fasilitas di area camping ini biasanya berupa tempat mendirikan tenda, toilet, dan air bersih. Harga di area camping ini biasanya cukup terjangkau, sekitar Rp20.000-Rp50.000 per malam.

Homestay dan menginap di rumah penduduk bisa menjadi pengalaman yang unik dan menarik di sekitar Candi Simbatan. Kamu bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, mempelajari budaya dan tradisi mereka, dan merasakan kehidupan sehari-hari mereka. Harga homestay dan menginap di rumah penduduk ini biasanya sangat terjangkau, sekitar Rp20.000-Rp50.000 per malam.

Rekomendasi Akomodasi

  • Hotel Budget di Blitar
    • Tipe: Hotel Budget
    • Range Harga: Rp 100.000 – Rp 300.000
    • Jarak ke Objek Wisata: 15 km
    • Fasilitas Utama: Kamar bersih, AC, TV, Wifi
    • Kontak/Reservasi: Traveloka, Booking.com

Oleh-oleh dan Pusat Belanja

Oleh-oleh khas yang bisa kamu beli di Blitar adalah batik, ukiran kayu, dan anyaman bambu. Keunikan oleh-oleh ini terletak pada motif dan desainnya yang khas Blitar. Tempat membeli oleh-oleh terbaik adalah toko souvenir yang terletak di pusat kota Blitar atau di sekitar Candi Penataran. Range harga oleh-oleh ini bervariasi, tergantung pada jenis dan kualitasnya, mulai dari Rp10.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Kerajinan lokal yang bisa kamu temukan di Blitar antara lain adalah batik, ukiran kayu, anyaman bambu, dan keramik. Proses pembuatan kerajinan ini biasanya dilakukan secara tradisional oleh pengrajin lokal. Tempat membeli kerajinan lokal terbaik adalah pusat kerajinan yang terletak di desa-desa sekitar Blitar. Harga kerajinan lokal ini bervariasi, tergantung pada jenis dan kualitasnya, mulai dari Rp10.000 hingga jutaan rupiah.

Pusat perbelanjaan di Blitar nggak terlalu banyak. Tapi, kamu bisa menemukan beberapa mall dan pasar tradisional yang menjual berbagai macam produk. Mall yang paling terkenal di Blitar adalah Blitar Square. Pasar tradisional yang paling terkenal di Blitar adalah Pasar Legi. Produk unik yang bisa kamu temukan di pasar tradisional ini antara lain adalah jajanan tradisional, sayuran segar, dan pakaian bekas.

Tips belanja yang perlu kamu perhatikan saat berbelanja di Blitar adalah: tawar-menawar harga, perhatikan kualitas barang, dan perhatikan cara pengemasan untuk dibawa pulang. Tawar-menawar harga bisa kamu lakukan saat berbelanja di pasar tradisional atau toko souvenir. Perhatikan kualitas barang sebelum membeli, terutama jika kamu membeli kerajinan lokal. Perhatikan cara pengemasan untuk dibawa pulang, terutama jika kamu membeli makanan atau minuman.

Rekomendasi suvenir yang tahan lama yang bisa kamu beli di Blitar adalah batik, ukiran kayu, dan anyaman bambu. Rekomendasi makanan atau minuman yang bisa kamu beli di Blitar adalah getuk, jenang, dan kopi.

Oleh-oleh Khas Wajib Beli

  • Batik Blitar: Motif khas, toko souvenir, Rp 50.000 – Rp 500.000, pilih motif yang kamu suka.

Pusat Belanja Rekomendasi

  • Pasar Legi: Pasar tradisional, jajanan, sayuran, pakaian, pusat kota, pagi – sore.

Budaya dan Tradisi Lokal

Sejarah budaya Blitar kaya akan pengaruh dari berbagai kerajaan besar seperti Majapahit dan Mataram. Asal usul budaya Blitar dapat ditelusuri hingga masa prasejarah, dengan ditemukannya berbagai artefak dan situs purbakala di wilayah ini. Perkembangan budaya Blitar dipengaruhi oleh interaksi dengan berbagai budaya lain, baik dari dalam maupun luar Nusantara. Pengaruh luar yang paling kuat adalah pengaruh Hindu-Buddha dan Islam. Informasi mengenai struktur penggajian di berbagai sektor akan membantu memahami bagaimana Daftar Gaji Seluruh Indonesia disusun dan didistribusikan
.

Tradisi unik yang masih dilestarikan di Blitar antara lain adalah upacara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, upacara siraman gong kyai pradah, dan upacara kenduren. Upacara larung sesaji dilakukan setiap tahun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah. Upacara siraman gong kyai pradah dilakukan setiap tahun sebagai penghormatan kepada pusaka keraton Blitar. Upacara kenduren dilakukan sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Seni pertunjukan yang populer di Blitar antara lain adalah tari remo, tari gambyong, dan wayang kulit. Tari remo adalah tarian tradisional yang menggambarkan kegagahan seorang prajurit. Tari gambyong adalah tarian tradisional yang menggambarkan kelembutan seorang wanita. Wayang kulit adalah seni pertunjukan tradisional yang menggunakan boneka kulit sebagai tokoh cerita.

Kerajinan tradisional yang bisa kamu temukan di Blitar antara lain adalah batik, ukiran kayu, anyaman bambu, dan keramik. Proses pembuatan kerajinan ini biasanya dilakukan secara tradisional oleh pengrajin lokal. Pusat kerajinan yang terkenal di Blitar antara lain adalah Desa Sentul dan Desa Jugo.

Etika dan sopan santun lokal yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung ke Blitar antara lain adalah: berpakaian sopan, berbicara dengan bahasa yang santun, menghormati adat dan tradisi setempat, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Acara dan Festival Budaya

Nama Festival Waktu Pelaksanaan Lokasi Deskripsi Partisipasi Pengunjung
Larung Sesaji Setiap Tahun Pantai Tambakrejo Ungkapan syukur hasil laut Menyaksikan

Tips Berkunjung ke Candi Simbatan

Persiapan sebelum kunjungan yang perlu kamu lakukan antara lain adalah: membawa dokumen penting seperti KTP atau SIM, melakukan booking akomodasi dan transportasi jika diperlukan, melakukan riset tentang Candi Simbatan dan Blitar, dan membuat checklist barang yang perlu dibawa.

Perlengkapan wajib yang perlu kamu bawa antara lain adalah: pakaian yang nyaman dan sopan, perlindungan dari sinar matahari seperti sunblock, topi, dan kacamata hitam, kebutuhan khusus seperti obat-obatan pribadi atau perlengkapan bayi.

Tips keamanan yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung ke Candi Simbatan antara lain adalah: berhati-hati saat berjalan di area candi yang licin, menjaga barang berharga dengan baik, dan menghindari area rawan seperti tempat sepi atau gelap.

Tips cuaca dan musim yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung ke Candi Simbatan antara lain adalah: membawa payung atau jas hujan saat musim hujan, membawa pakaian yang tipis dan nyaman saat musim kemarau, dan menghindari berkunjung saat cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang.

Etika dan sopan santun lokal yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung ke Candi Simbatan antara lain adalah: berpakaian sopan, berbicara dengan bahasa yang santun, menghormati adat dan tradisi setempat, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Galeri Foto Candi Simbatan

Perlengkapan Wajib Bawa

  • Dokumen: KTP/SIM.
  • Pakaian: Nyaman, sopan.
  • Perlindungan: Sunblock, topi, kacamata.

Waktu Terbaik Berkunjung

Bulan Cuaca Keramaian Harga Rekomendasi
Mei-September Cerah Sedang Normal Ideal

Transportasi di Candi Simbatan

Transportasi umum yang tersedia

Video Candi Simbatan

Kesimpulan

Jadi, gimana? Udah kebayang kan, Candi Simbatan itu bukan sekadar tumpukan batu bata biasa. Ada cerita panjang, ada sejarah yang berbisik di setiap sudutnya. Bayangin deh, di tengah sawah yang hijau membentang, tiba-tiba nongol reruntuhan candi yang menyimpan misteri kerajaan masa lalu. Bikin merinding sekaligus penasaran, kan? Dari relief-reliefnya yang mulai aus, kita bisa belajar tentang kehidupan masyarakat dulu, tentang kepercayaan mereka, tentang seni yang mereka ciptakan. Candi Simbatan itu jendela ke masa lalu, dan kita beruntung masih bisa sedikit mengintip dari sana.

Nah, buat kamu yang pengen merasakan langsung aura magisnya Candi Simbatan, jangan ragu buat nambahin tempat ini ke daftar bucket list kamu! Siapa tahu, pas kamu berdiri di sana, kamu bisa ngerasain getaran sejarahnya, atau malah nemuin inspirasi baru. Jangan lupa bawa kamera ya, buat abadikan momen seru ini. Dan kalau udah kesana, cerita-cerita ya pengalamanmu! Atau, kamu punya cerita menarik tentang candi lain di Indonesia? Share dong di kolom komentar! Siapa tahu, kita bisa bikin petualangan seru bareng ke candi-candi lainnya. Yuk, lestarikan warisan budaya kita! Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang Candi Simbatan.

Oke, siap! Ini dia 5 FAQ tentang Candi Simbatan, dibuat dengan gaya storytelling yang asyik dan tentu saja, SEO-friendly:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Candi Simbatan

Penasaran banget nih, Candi Simbatan itu sebenarnya candi apa sih? Kok namanya unik ya?

Wah, pertanyaan bagus! Jadi gini, Candi Simbatan itu sebenarnya adalah sebuah kompleks percandian Hindu yang terletak di Desa Simbatan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Nama “Simbatan” sendiri diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Kompleks ini terdiri dari beberapa bangunan candi, arca, dan struktur batu lainnya. Usianya? Diperkirakan berasal dari abad ke-10 Masehi, lho! Bayangin, udah tua banget kan? Konon, candi ini dulunya digunakan sebagai tempat peribadatan dan upacara keagamaan oleh masyarakat Hindu pada masa itu. Jadi, kalau kamu ke sana, kamu nggak cuma lihat batu-batuan kuno, tapi juga napak tilas sejarah dan spiritualitas masa lalu!

Denger-denger lokasi Candi Simbatan itu agak terpencil ya? Gimana ya cara paling gampang ke sana dari pusat kota Tulungagung?

Iya, memang lokasi Candi Simbatan ini agak masuk ke dalam, tapi jangan khawatir, perjalanannya seru kok! Dari pusat kota Tulungagung, kamu bisa ambil arah ke selatan menuju Kecamatan Kembang. Perjalanan daratnya sekitar 30-45 menit. Patokannya, cari aja Desa Simbatan. Sesampainya di desa, tanya warga sekitar, mereka pasti tahu arah menuju candi. Jalan menuju candi sebagian besar sudah beraspal, tapi ada beberapa bagian yang mungkin agak sempit atau kurang mulus. Tapi tenang, semua itu terbayar lunas begitu kamu sampai di sana! Jangan lupa siapin kamera ya, pemandangannya cakep banget! Keindahan alam terpancar, terutama saat kita berbicara tentang Hutan Mangrove Jembatan

Apa aja sih yang bikin Candi Simbatan Tulungagung ini istimewa dan beda dari candi-candi lain di Jawa Timur?

Nah, ini dia yang seru! Candi Simbatan Tulungagung punya beberapa keistimewaan yang bikin dia beda dari candi lainnya. Pertama, kompleks candi ini punya arsitektur yang unik dengan gaya khas Jawa Timuran. Kedua, di sini kamu bisa menemukan berbagai macam arca dan relief yang menggambarkan cerita-cerita Hindu kuno. Ketiga, suasana di sekitar candi masih sangat alami dan tenang, cocok banget buat kamu yang pengen healing dari hiruk pikuk kota. Tapi yang paling penting, Candi Simbatan ini menyimpan sejarah panjang tentang peradaban Hindu di Jawa Timur. Jadi, berkunjung ke sini nggak cuma refreshing, tapi juga nambah wawasan!

Ada tips khusus nggak sih kalau mau mengunjungi Candi Simbatan biar pengalaman wisatanya makin maksimal dan berkesan?

Tentu ada! Biar mengunjungi Candi Simbatan makin seru, ini beberapa tips dari aku: Pertama, datanglah di pagi hari atau sore hari biar nggak terlalu panas dan bisa menikmati pemandangan matahari terbit atau terbenam yang indah. Kedua, pakai pakaian yang sopan dan nyaman, karena ini adalah tempat bersejarah dan sakral. Ketiga, bawa air minum dan camilan biar nggak kelaparan di tengah jalan. Keempat, jangan lupa bawa kamera atau handphone buat mengabadikan momen-momen indah. Dan yang paling penting, hormati tempat ini dengan tidak merusak atau mencoret-coret bangunan candi. Selamat berpetualang!

Selain Candi Simbatan, ada tempat wisata menarik lainnya nggak ya di sekitar Tulungagung yang bisa sekalian dikunjungi?

Wih, Tulungagung itu surganya wisata! Selain Candi Simbatan, ada banyak banget tempat menarik yang bisa kamu kunjungi. Kalau kamu suka pantai, ada Pantai Popoh yang terkenal dengan keindahan pasir putihnya. Kalau kamu suka gunung, ada Gunung Budheg yang menawarkan pemandangan alam yang memukau. Kalau kamu suka kuliner, jangan lupa cobain Sate Kambing Gondang yang legendaris. Dan masih banyak lagi! Jadi, setelah puas menjelajahi Candi Simbatan, jangan langsung pulang ya. Manfaatkan waktu kamu untuk mengeksplorasi keindahan Tulungagung yang lainnya. Dijamin nggak bakal nyesel!

Related Post :