Makam Sultan Iskandar Muda: Jejak Kejayaan Aceh Darussalam

  • Gaffar
  • Feb 29, 2024

Di jantung kota Banda Aceh, berdiri megah sebuah makam yang menyimpan sejarah panjang dan kejayaan Kesultanan Aceh. Makam Sultan Iskandar Muda, sang penguasa legendaris yang membawa Aceh ke puncak keemasan, menjadi saksi bisu perjalanan panjang sebuah peradaban besar.

Arsitektur makam yang unik, dengan ukiran dan kaligrafi yang indah, menjadi cerminan kekayaan budaya Aceh. Nilai historis dan budaya yang terkandung di dalamnya tak ternilai harganya, menjadikan makam ini destinasi ziarah dan pusat kegiatan keagamaan yang ramai.

Sejarah dan Latar Belakang Makam Sultan Iskandar Muda

Makam Sultan Iskandar Muda, penguasa Kesultanan Aceh yang termasyhur, merupakan situs bersejarah yang sarat akan nilai sejarah dan budaya. Mari kita telusuri kisah di balik makam ini dan arsitekturnya yang unik.

Sultan Iskandar Muda dan Kesultanan Aceh

Sultan Iskandar Muda memerintah Kesultanan Aceh pada abad ke-17, membawa kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya. Ia dikenal sebagai penakluk handal yang memperluas wilayah Aceh hingga ke semenanjung Malaya dan Sumatera.

Arsitektur Makam

Makam Sultan Iskandar Muda dibangun pada tahun 1636 dengan gaya arsitektur khas Aceh. Bangunannya berbentuk segi delapan, terbuat dari batu bata merah, dan dihiasi dengan ukiran yang rumit. Kubahnya yang megah dan puncak menara yang menjulang menjadikannya sebuah mahakarya arsitektur yang ikonik.

Nilai Sejarah dan Budaya

Makam ini menjadi simbol kejayaan Kesultanan Aceh dan bukti keterampilan para seniman Aceh. Masyarakat setempat menghormati makam ini sebagai tempat yang sakral dan sering diziarahi untuk berdoa dan meminta restu.

Arsitektur dan Keunikan Makam

- Makam Sultan Iskandar Muda terbaru

Makam Sultan Iskandar Muda berdiri megah, sebuah karya arsitektur yang mencerminkan kejayaan Kesultanan Aceh. Bentuknya yang menyerupai piramida, menjulang tinggi ke langit dengan tinggi sekitar 30 meter. Bahan utama yang digunakan adalah batu bata merah, yang tersusun rapi dan kokoh.Elemen

dekoratif menghiasi setiap sudut makam. Ukiran rumit menggambarkan motif flora dan fauna, sementara kaligrafi Arab yang indah mengukir ayat-ayat Al-Qur’an. Keunikan arsitekturnya terletak pada adanya lorong bawah tanah yang menghubungkan makam dengan istana, menjadikannya sebagai tempat persembunyian rahasia pada masa perang.

Dibandingkan dengan bangunan bersejarah lainnya di Aceh, seperti Masjid Raya Baiturrahman, makam ini memiliki desain yang lebih sederhana namun tetap memancarkan aura keagungan.

Elemen Dekoratif

Ukiran pada makam sangatlah menawan, menggambarkan berbagai macam motif. Bunga-bunga yang mekar, daun-daun yang bergelombang, dan hewan-hewan seperti burung dan gajah menghiasi dinding makam. Kaligrafi Arab yang menghiasi makam juga sangat indah, dengan tulisan tangan yang mengalir dan berornamen.

Nilai Historis dan Budaya

- Makam Sultan Iskandar Muda

Makam Sultan Iskandar Muda tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir sang raja, tetapi juga sebuah situs ziarah dan pusat kegiatan keagamaan. Orang-orang dari seluruh Aceh berduyun-duyun ke makam untuk berdoa, meminta berkah, dan menghormati warisan budaya mereka.

Legenda dan Cerita Rakyat

Makam ini juga dikaitkan dengan banyak legenda dan cerita rakyat. Salah satu legenda yang terkenal adalah tentang Putri Hijau, seorang putri cantik yang jatuh cinta dengan Sultan Iskandar Muda. Dikatakan bahwa sang putri dimakamkan di dekat makam sultan, dan arwahnya masih menghuni makam hingga hari ini.

Upaya Pelestarian

Pemerintah Aceh telah melakukan upaya pelestarian yang signifikan untuk menjaga Makam Sultan Iskandar Muda. Makam ini telah dipugar dan diperluas, dan daerah sekitarnya telah diubah menjadi taman yang indah. Upaya ini sangat penting untuk melestarikan warisan budaya Aceh dan memastikan bahwa makam tetap menjadi tempat ziarah dan penghormatan selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pengaruh Arsitektur dan Desain

Makam Sultan Iskandar Muda telah memberikan pengaruh yang signifikan pada arsitektur dan desain di Aceh dan Indonesia. Elemen-elemen desainnya yang unik telah diadopsi dalam berbagai bangunan, baik tradisional maupun modern.

Pengaruh pada Bangunan Aceh dan Indonesia

Arsitektur makam telah menginspirasi pembangunan bangunan lain di Aceh, seperti masjid dan rumah adat. Bentuk atap tumpang dan menara berkubah menjadi ciri khas arsitektur Aceh. Pengaruh ini juga terlihat pada bangunan di daerah lain di Indonesia, seperti Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh dan Masjid Istiqlal di Jakarta.

Adopsi Elemen Desain dalam Arsitektur Modern

Beberapa elemen desain makam telah diadopsi dalam arsitektur modern. Misalnya, penggunaan bentuk atap tumpang dan menara berkubah pada bangunan perkantoran dan hotel. Elemen-elemen ini memberikan sentuhan tradisional dan unik pada bangunan modern.

Sumber Inspirasi bagi Desainer dan Arsitek

Keunikan dan estetika makam Sultan Iskandar Muda menjadikannya sumber inspirasi bagi desainer dan arsitek kontemporer. Mereka terinspirasi oleh bentuk, motif, dan bahan yang digunakan dalam makam untuk menciptakan desain yang inovatif dan berkarakter.

Penutupan

Makam Sultan Iskandar Muda bukan hanya sekadar monumen bersejarah, tetapi juga sumber inspirasi bagi desainer dan arsitek masa kini. Pengaruhnya pada arsitektur Aceh dan Indonesia tak terbantahkan, menjadi bukti nyata warisan budaya Aceh yang terus lestari hingga kini.

Tanya Jawab (Q&A)

Kapan Sultan Iskandar Muda memerintah Aceh?

1607 – 1636 M

Apa keunikan arsitektur Makam Sultan Iskandar Muda?

Bentuk atap tumpang tiga, dinding berukir dengan motif flora dan fauna, serta kaligrafi indah yang menghiasi dinding.

Mengapa Makam Sultan Iskandar Muda menjadi tempat ziarah?

Karena dianggap sebagai tempat yang dikeramatkan dan dipercaya dapat membawa berkah bagi peziarah.

Apa upaya yang dilakukan untuk melestarikan Makam Sultan Iskandar Muda?

Pemerintah telah menetapkan makam sebagai cagar budaya dan melakukan pemugaran berkala untuk menjaga kelestariannya.